Ibu Model Iklan RCTI Oke di Pasar Terapung Meninggal: Alami Batuk dan Hipertensi, Ini Sosoknya
Sosok Hj Farida menjadi model iklan RCTI di pasa terapung yang mengacungkan jempolnya. Ia meninggal di usia 66 tahun.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
Pantauan di rumah duka, terlihat didatangi warga serta keluarga dekat untuk melayat jenazah.
Terlihat juga anggota DPRD Provinsi Kalsel, HM Rosehan NB, datang ke rumah duka. Dikatakan, dirinya sudah kenal dekat dengan keluarga almarhumah sejak puluhan tahun yang lalu, sehingga maksud dan tujuannya datang sebagai bentuk empati.
"Ya saya turut berduka cita atas meninggalnya beliau yang sering dikenal Acil RCTI oke, Saya kenal dekat dengan keluarganya sudah puluhan tahun, sehingga tidak asing saya dengan keluarga di sini," ujarnya.
Wasiat Ibunda
Meninggalnya Hj Noor Parida (66) model iklan RCTI OK, Kamis (25/6/2020), menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rahmi Yatun (36), anak bungsu dari sosok nenek legendaris bintang iklan stasiun televisi swasta RCTI tahun 90an itu, mengaku sebelum meninggal ibunya memberikan pesan moral kepada anak-anaknya.
Diketahui, almarhumah HJ Noor Parida memiliki delapan orang anak.
"Kamikan delapan bersaudara. Karena Ayah sudah meninggal lebih dulu, jadi kami diberi pesan untuk selalu akur," kata Rahmi saat ditemui Banjarmasinpost.co.id.
Dimakamkan Tepat Disamping Pusara Suami
Almarhumah Hj Noor Parida, model iklan RCTI OK, tutup usia, Kamis (25/06/2020) sekitar pukul 09.00 Wita, di rumahnya.
Jenazah dimakamkan tepat di samping makam suaminya, yakni di pemakaman kawasan Alalak Selatan, Kota Banjaramsin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).
Proses pemakaman dilakukan saat sore hari, sekitar pukul 16.00 Wita, atau selepas ibadah Salat Asar.
Menurut Rahmi Yatun (36), anak bungsu dari almarhumah, ibunya sempat berwasiat meminta untuk dimakamkan tepat disamping makam ayahnya.
Itu disampaikan almarhumah saat ziarah ke makam sang suami tercinta pada momen Lebaran Idul Fitri yang lalu.
"Kata almarhumah, alkah di samping almarhum ayah jangan diisi, nanti buat ibu karena tidak tahu kapan waktunya ibu pulang," kata Rahmi kepada Banjarmasinpost.co.id.