Breaking News:

PPDB DKI Jakarta

Tak Pakai Jarak di PPDB Jalur Zonasi, Disdik DKI: Sejak 2017 Sudah Seleksi Berbasis Kewilayahan

Seleksi berbasis kewilayah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta jalur zonasi.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Suharno
Istimewa
Jaringan IDN Buka Layanan PPDB dan PMB Online 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menegasan, pihaknya menggunakan seleksi berbasis kewilayah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB DKI Jakarta jalur zonasi.

“Jadi jika seseorang tinggal di sebuah kelurahan, maka ada pilihan-pilihan sekolah di kelurahan itu dan kerahan tetangga yang dapat dipilih di situ,” ucapnya, Jumat (26/6/2020).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, seleksi berbasis kewilayah ini telah diterapkan sejak 2017 lalu.

“Di Jakarta sistemnya seperti ini, sistem yang menggunakan zonasi berbasis kewilayahan sudah dilakukan dari 2017,” ujarnya dalam jumpa pers yang disiarkan langsung akun youtube radiodisdik Jakarta.

Terlempar Karena Aturan Usia, Dinas Pendidikan Sarankan Siswa Ikut PPDB DKI Jakarta Jalur Prestasi

Nantinya, bila jumlah calon peserta didik dengan bobot yang sama atau berada di suatu wilayah yang sama lebih banyak dari kuota sekolah, maka seleksi selanjutnya dilakukan bedasarkan usia.

Calon peserta didk dengan usia lebih tua yang diutamakan mendapat jatah kursi tersebut.

“Jika ada siswa yang inggalnya beririsan, maka seleksi keuda dlakukan melalui usia,”  kata Nahdiana.

Bagi calon peserta didik yang terlempar dari jalur zonasi karena faktor usia, Nahdiana menyarankannya untuk kembali mendaftar lewat jalur prestasi.

PPDB DKI Jakarta Berpotensi Salahi Aturan Permendikbud No 44, Nadiem Makarim Diminta Mengawasi

Sebab, seleksi di jalur prestasi yang akan dibuka pada 1 Juli mendatang tidak berdasarkan usia calon peserta didik.

“Bagi calon peserta didik yang belum diterima di zonasi, maka dapat lanjutkan di jalur prestasi. Sistem seleksinya mengutamakan nilai akademis yang akan diurutkan peringkatnya sesuai dengan daya tampung,” kata Nahdiana.

Adapun jalur prestasi ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu jalur prestasi akademi dan jalur prestasi non akademis.

SIMAK! Jadwal Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru Mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK

“Jalur prestasi non akademis (alokasi kursi) itu 5 persen dengan turut melampirkan keterangan atau sertifikat prestasi,” tuturnya.

“Kemudian, (alokasi kursi) 20 persen untuk jalur prestasi akademik. Tidak menggunakan sertifikat, tapi menggunakan nilai rapot,” tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved