Duka Badut Pesta di Tengah Pandemi: Tidak Ada Panggilan, Hanya Menghibur Lewat Ponsel

Selama masa pandemi, terhitung sekira tiga bulan, ia baru menerima dua panggilan untuk menghibur di pesta

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suharno, badut panggilan, di kediamannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Senin (29/6/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Pandemi yang tidak kunjung usai turut berdampak kepada penghasilan seorang badut pesta.

Seorang badut pesta, Suharno (58) misalnya, mengalami penurunan pendapatan akibat tidak adanya panggilan pesta.

"Sekarang lagi sepi, belum ada lagi (panggilan)," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di kediamannya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ia sempat menghibur melalui video call karena tidak bisa bertemu.

"Waktu itu menghibur anak lewat video call. Enggak bisa datang karena Corona," ucapnya.

Ketika pemerintah melonggarkan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia sempat datang untuk menghibur lagi ke sebuah acara di kawasan Salemba.

Selama masa pandemi, terhitung sekira tiga bulan, ia baru menerima dua panggilan untuk menghibur di pesta.

Biasanya, Suharno mengajak anak-anak untuk bermain tebak-tebakan, bernyanyi, dan bermain sulap di pesta ulang tahun.

Sekali tampil, ia mendapatkan honor Rp 500 ribu.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved