Fakta Lengkap Debat Panas Berujung Dirut Inalum Diusir, Anggota DPR Minta Dilibatkan Penyerahan CSR

Suasana rapat Komisi VII dan Direktur Utama Holding Tambang BUMN (MIND) atau PT Inalum (Persero) Orias Petrus Moedak diwarnai saling debat panas.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Rr Dewi Kartika H
Youtube/Kompas TV
Fakta Lengkap Debat Panas Berujung Dirut Inalum Diusir, Anggota DPR Minta Dilibatkan Penyerahan CSR 

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan, saya keluar," kata Orias.

Mendengar jawaban tersebut, Nasir langsung membentak Orias sembari menggebrak meja.

Anggota komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir.
Anggota komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir. (Youtube/Kompas TV)

"Bapak bagus keluar, karena enggak ada gunanya bapak rapat di sini. Anda bukan buat main-main dengan DPR ini," kata dia dengan nada tinggi.

Orias tampak terus menjawab singkat pernyataan-pernyataan Nasir.

"Saya tidak main-main. Saya diundang, saya datang," ucap Orias.

VIDEO Detik-detik Dirut Inalum Debat Panas hingga Diusir dari Rapat, Anggota DPR Persoalkan Data Ini

Dianggap tambah utang

Nasir tampak masih menggebu-gebu menyampaikan pedapatnya di rapat tersebut. Ia menyatakan akan menyurati langsung Menteri BUMN Erick Thohir untuk mengganti posisi direktur utama MIND ID.

Siasat Pengusaha Penyewaan Layar Tancap Bertahan di Tengah Covid-19, Gelar Nobar di Rumah

"Ini orang suruh utang, utang lagi, utang lagi. Saya minta diganti dirut ini. Saya kirim surat pribadi dari fraksi, nanti kami bicara Fraksi Demokrat. Saya akan kirimkan Pak Erick sebagai menteri BUMN," ujar Nasir.

Adanya kondisi semakin memanas, pimpinan rapat sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin menskors rapat untuk istirahat.

FOLLOW JUGA:

Anggota DPR minta dilibatkan CSR

Setelah selesai istirahat, semua peserta rapat kembali ke ruang rapat lagi.

Namun, Nasir saat itu cuma kembali sebentar dan meninggalkan ruang rapat sekitar 15 menit setelah dimulai.

Ungkapan Menyayat Hati Aleesya Putri Engku Emran Beri Janji Manis, Akui Rindu Laudya Cynthia Bella

Alex pun kemudian membuka kembali rapat dan melanjutkan pembahasan rapat dengan realisasi CSR yang dialokasikan para perusahaan pelat merah ini selama Covid-19.

Padahal, sebelumnya Holding Tambang sedang menjelaskan satu persatu persoalan produksi dan dampak pandemi terhadap penerimaan negara.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved