Breaking News:

Golden Crown Jakarta Barat Menang Gugatan di PTUN, BNN: Sarang Narkoba Harusnya Ditutup

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyinggung putusan PTUN yang membatalkan penutupan Diskotek Golden Crown, Jakarta Barat.

Istimewa
Logo BNN 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional ( BNN) menyinggung putusan PTUN yang membatalkan penutupan Diskotek Golden Crown, Jakarta Barat.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari mengatakan Golden Crown harusnya ditutup karena saat razia pada Kamis (6/2/2020) 108 pengunjung terbukti mengkonsumsi narkoba.

"Ini hasil razia dalam satu waktu, dari 184 pengunjung 108 mengkonsumsi. Kalau tidak disebut sarang narkoba lalu disebut apa? Harusnya ditutup," kata Arman di kantor BNN Cawang, Jumat (3/7/2020).

Menanggapi pihak yang beralasan Golden Crown tak harus ditutup karena pengunjung tak bertransaksi dan mengkonsumsi narkoba dalam diskotek.

Kalah di PTUN, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Diminta Buka Lagi Golden Crown

Dia menilai dalih tersebut tak masuk akal karena bila pengelola bertanggung jawab maka mereka harus mengawasi setiap pengunjung.

"Omong kosong pengelola tidak tahu kelakuan pengunjungnya. Bayangkan ratusan orang penyalahguna narkoba berkumpul di satu tempat, ketika dirazia bilang tidak tahu," ujarnya.

Arman menuturkan pihaknya tak sebatas mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta mengajukan banding atas putusan PTUN.

Jenderal bintang dua itu menyatakan siap menunujukkan bukti peredaran narkoba di Golden Crown guna membantu langkah Pemprov DKI.

Anaknya Tak Lolos PPDB DKI Jakarta Karena Aturan Usia, Ribuan Orangtua Murid Mengadu ke Komnas PA

"Kita kasih rekomendasi penutupan bukan tanpa bukti. Razia yang kami lakukan enggak main-main, ada dasarnya kenapa satu tempat kita razia," tuturnya.

Sebagai informasi, pada Selasa (30/6/2020) PTUN memenangkan gugatan manajemen PT Mahkota Aman Sentosa selaku pengelola Golden Crown.

Imbasnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) harus mengizinkan Golden Crown Crown kembali beroperasi.

"Mewajibkan tergugat mencabut Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata PT Mahkota Aman Sentosa, tertanggal 7 Februari 2020," bunyi keputusan tersebut.

Cerita Nenek Bawon Jadi Badut Mampang di Pondok Gede Usai Kepergian Suami: Senang Hibur Anak-Anak

Pengelola mengajukan gugatan dengan alasan 107 pengunjung Golden Crown yang positif narkoba tak bertransaksi dan mengkonsumsi narkoba dalam diskotek.

Menanggapi putusan tersebut Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta sudah mengajukan banding ke PTUN Tinggi yang kini didukung BNN.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved