Keributan di Green Lake City
Sosok Deniel Farfar Orang Dekat John Kei, Ini Sederet Peran Sentralnya untuk Jemput Nus Kei
Sosok Deniel Farfar sepertinya istimewa di mata John Kei. Perannya signifikan karena diminta menjemput Nus Kei hidup atau mati di hari eksekusi.
Pada adegan 5 sampai 9, sebanyak 13 anak buah John Kei berkumpul di pelataran di dekat kediaman John Kei, membicarakan rencana eksekusi pada Minggu, 21 Juni 2020.

Ada peran Deniel Farfar dalam rekonstruksi Senin sore, namun diperagakan oleh pemeran pengganti dari pihak kepolisian.
Pada adegan 10 dan selanjutnya, John Kei datang menghampiri dan menyampaikan sesuatu kepada Deniel Farfar untuk menghajar Nus Kei.
"Ambil Nus Kei dalam keadaan hidup atau mati," kata John Kei ditirukan penyidik saat membacakan adegan rekonstruksi.
Dalam adegan ke-11, tampak John Kei memberikan uang operasional sebesar Rp 10 juta kepada Deniel Farfar.
"John Kei memberikan uang Rp 10 juta ke tersangka Deniel Farfar dengan pecahan Rp 50 ribu," kata penyidik Polda Metro Jaya saat membacakan adegan rekonstruksi.
Pertemuan Arcici
Setelah menerima uang Rp 10 juta, Deniel Farfar dan anak buah John Kei berkumpul di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2020) pukul 08.00 WIB.
Inilah lokasi persiapan terakhir sebelum anak buah John Kei menjemput Nus Kei hidup atau mati di rumahnya.
• Surati Presiden Mohon Perlindungan, Begini Cara John Kei Rencanakan Penyerangan: Bisa Ambil Nus Kei?
Dalam pertemuan di Arcici Sport Center, John Kei tak hadir. Ia menyerahkan komando kepada Deniel Farfar sebelum bersama anak buah yang lain berangkat ke rumah Nus Kei.
Polisi menghadirkan 26 tersangka dalam rekonstruksi di Arcici Sport Center. Tampak tersangka Deniel menyampaikan arahan John Kei kepada rekan-rekannya di lokasi tersebut.

"Untuk adegan ke-14 ini tersangka Deniel meneruskan perintah dari John Kei untuk para tersangka melakukan pembunuhan kepada Nus Kei," ucap salah satu penyidik.
Tersangka Daniel Farfar juga diperintahkan untuk menculik Nus Kei dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner yang telah disiapkan.
Selanjutnya, tersangka Franky mengatakan, jika ada yang takut maka mereka bisa tinggal di tempat dan tidak melanjutkan perjalanan.
Pada adegan ke-15, para tersangka dibagi dan masuk ke kendaraan yang sudah tersedia. Tersangka Franky turut membagikan senjata tajam seperti tombak besi kepada tersangka lain sebelum berangkat.