Suami Aniaya Istri Hingga Tewas, Korban Dibekap Selama 12 Jam, Pelaku Terbakar Api Cemburu

Setelah sang istri tewas, pelaku mendatangi kakak kandung dan minta diantarkan ke kantor polisi.

Penulis: MuhammadZulfikar | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews.com
Ilustrasi Pelaku KDRT 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Faoza Tulo Hia alias Rizal (25) tega membunuh istrinya dengan cara begitu sadis.

Ia sempat mengikat tangan, membekap mulut Julian Lase lalu menganiaya selama hampir 12 hingga sang istri meninggal dunia.

Peristiwa tersebut menggemparkan warga Dusun Jumanjulu, Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.

Informasi yang didapat, pelaku menghabisi nyawa istrinya dengan cara dianiaya karena pelaku diduga terbakar api cemburu mengetahui istrinya sering keluar malam.

Menurut keterangan dari seorang kerabat korban Alinudin Hia mengaku, awal mula dirinya mendapatkan informasi korban sudah tidak bernyawa karena diberitahukan oleh pelaku yang merupakan adik kandungnya.

Dirinya mengatakan, dengan rasa belum percaya dirinya langsung berlari ke rumah korban untuk mengecek kondisi adik iparnya itu.

"Jadi memang yang ngasih tau itu ya suaminya itu, dibilangnya sudah silap aku bang, sudah meninggal istriku ku buat," ujar Alinudin, saat ditemui di Kamar Jenazah RSU Kabanjahe, Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe.

Saat ditanya mengenai kronologis peristiwa ini, Alinudin mengaku jika dirinya tidak mengetahui seperti apa dan kapan peristiwa tersebut bermula.

Namun, dirinya mengatakan mengetahui korban sudah tidak bernyawa lagi, saat dilihat ke kediaman korban sekira pukul 04.30 WIB.

"Kalau awalnya aku enggak tau bang, cuma pas sudah dikasih tau kalau korban sudah meninggal itu sekira pukul 04.30 WIB pagi tadi lah. Ku lihat sudah tergeletak korban di atas tempat tidur," katanya.

Dirinya mengungkapkan, ketika adiknya itu menyampaikan kejadian ini kepada dirinya Alinudin mengaku tak habis pikir dengan pengakuan adiknya itu.

Namun, yang menjadi pertimbangannya saat itu adiknya mengakui perbuatannya juga sambil menangis, sehingga langsung menuju ke rumah pelaku.

"Di situ aku sudah enggak ada nanya-nanya dia (pelaku) lagi seperti apa kejadiannya. Di situ akupun sudah emosi juga dengar yang dibilangnya, tapi aku langsung saja ke rumah orang itu, aku sudah tau kalau adikku ini salah," ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, setelah mengakui perbuatannya pelaku meminta kepada Alinudin untuk menghubungi polisi untuk mengamankan dirinya.

Alinudin mengaku, setelah melihat adik iparnya sudah tidak bernyawa lagi, dirinya langsung menghubungi pihak kepolisian untuk memberitahukan peristiwa ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved