UPDATE 8 Remaja Korban Penculikan di Depok, Pelaku Takuti Korbannya dengan Santet
Esih mengatakan terduga pelaku mengancam putrinya korban yang lain dengan hal mistis, yaitu santet.
Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma
TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kasus penculikan delapan remaja di Kota Depok, masih terus berlanjut.
Terbaru, salah seorang orang tua korban bernama Esih Kurniasih mengungkap hal yang dialaminya putrinya berinisial KE saat dibawa terduga pelaku ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dijumpai wartawan, Esih mengatakan terduga pelaku mengancam putrinya korban yang lain dengan hal mistis, yaitu santet.
“Pelaku sempat ngancam santet. Mau diantar pulangnya atau pulang sendiri, terus anak-anak bilang pulang sendiri aja. Pelaku bilang siap-siap saja nanti di jalan disantet,” kata Esih di kediamannya di kawasan Pasar Agung, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (8/7/2020).
Akibat ancaman tersebut para pun korban langsung ketakutan, namun tidak bagi KE putri Esih.
Esih mengatakan, putrinya tercinta masih terus melawan terduga pelaku mesih telah diancam.
“Anak-anak yang lain jadi ketakutan tapi kalau anak saya ngelawan terus, dia digalakin terus karena ngelawan. Anak saya bilang santet itu apa, yasudah santet saja,” ucap Esih.
Akibat penculikan tersebut, Esih berujar putrinya kehilangan telepon genggam yang digasak oleh pelaku.
Untuk diketahui, peristiwa penculikan ini terjadi pada Sabtu (27/6/2020) silam, ketika delapan korban sedang asik bersama di Pasar Agung.
• 89 Pedagang Pasar Kober Papanggo Ikuti Swab Test Covid-19
• Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin Kembali Terpilih Menjadi Ketua DPD Partai Golkar
• Pedagang Hewan Kurban di Jakarta Timur Raup Untung saat Pandemi Covid-19
Tiba-tiba, ada seorang pria misterius yang mendatangi mereka, dan mengiming-imingi korban untuk ikut turnamen game online.
Selanjutnya, para korban pun mengiyakan ajakan pelaku, dan ikut menuju tempat yang dijanjikan menggunakan angkutan kota.
Dalam perjalanan, empat anak merasa curiga dan memutuskan untuk kabur di bawah Jalan Layang Universitas Indonesia, sementara empat anak lainnya termasuk KE putri Esih masih ikut bersama pelaku, hingga akhirnya ditemukan di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.
Saat ini, polisi pun tengah bekerja keras mengungkap pelakunya, dan telah menyebar sketsa wajah terduga pelaku sejak beberapa hari yang lalu.