Lurah Grogol Selatan yang Bantu Buronan Kasus Korupsi Buat KTP Elektronik Dinonaktifkan Pemprov DKI

Bantu buronan kasus korupsi yang sejak tahun 2008 lalu belum ditangkap, Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan dinonaktifkan Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Suharno | Editor: Erik Sinaga
KOMPAS/DANU KUSWORO
Terdakwa dalam kasus cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra, saat tuntutan pidana dibacakan jaksa penuntut umum Antazari Ashar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 31 Juli 2008. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bantu buronan kasus korupsi yang sejak tahun 2008 lalu belum ditangkap, Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan dinonaktifkan Pemprov DKI Jakarta.

Asep Subahan membuatkan KTP Elektronik kepada buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cassie) Bank Bali Djoko Tjandra tanggal 8 Juni 2020.

Djoko Tjandra yang menjadi buronan kasus korupsi datang ke Kantor Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali membenarkan penonaktifan Asep sebagai Lurah Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Gaya Djoko Tjandra Buat KTP di Kelurahan Grogol Selatan: Pakai Jas, Tak Panik dan Disambut Lurah

Marullah menduga penonaktifan Asep berkaitan dengan pembuatan KTP-el Djoko Tjandra.

Untuk mempermudah pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat DKI Jakarta, pemerintah kemudian menonaktifkan sementara Asep.

“Kayaknya masalah itu (Djoko Tjandra), karena banyak yang lagi diperiksa-periksa jadi diselesaikan dulu,” kata Marullah kepada wartawan, Jumat (10/7/2020).

Aksi Santai Djoko Tjandra Bikin e-KTP hingga Reaksi Lurah Grogol Selatan Saat Tahu Layani Buronan

Selain itu, penonaktifan sementara Asep dari lurah supaya pelayanan administrasi masyarakat di wilayah setempat tidak terganggu.

Apalagi, Asep diperiksa bukan di kantornya, tapi di tempat lain.

“Tidak dicopot (jabatannya), baru nonaktif,” jelas Marullah.

Djoko Tjandra Buat KTP, Tawa Lurah Grogol Selatan: Kalau Saya Tahu, Mungkin Dapat Penghargaan

Sebelumnya, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan menganggap proses perekaman hingga pencetakan KTP-el milik Djoko Tjandra Sugiarto selama 30 menit, merupakan hal biasa.

Sudin menilai, cepatnya proses perekaman hingga pencetakan kartu KTP-el tersebut bukanlah hal yang aneh.

“Kalau bicara 30 menit, itu hal yang tidak aneh-aneh amat, karena setelah proses perekaman, pengambilan foto, iris mata dan sebagainya."

Usai Terpilih Lagi Jadi Ketua DPD Golkar, Wakil Wali Kota Tangerang Sebut Anaknya Ditangkap Polisi

"Kemudian datanya kami kirimkan ke DDN (Data Direct Network) secara online,” kata Kasudin Dukcapil Jakarta Selatan Abdul Haris, Senin (6/7/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved