Breaking News:

PPDB DKI Jakarta

Pemprov DKI Siapkan Skema Bantuan Bagi 85.000 Siswa Tak Lolos PPDB untuk Masuk Sekolah Swasta

Bantuan ini menyasar calon peserta didik yang keluarganya terdampak Covid-19, namun terpaksa masuk sekolah swasta lantaran tersingkir dalam PPDB.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
TribunMadura
PPDB 2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima  Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta kini tengah menyusun skema bantuan bagi calon peserta didik yang tidak lolos masuk sekolah negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Bantuan ini menyasar calon peserta didik yang keluarganya terdampak Covid-19, namun terpaksa masuk sekolah swasta lantaran tersingkir dalam PPDB.

Agar tepat sasaran, Pemprov DKI bakal mencocokan data calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri dengan data bantuan sosial (bansos) Covid-19.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, pihaknya mencocokan kedua data itu agar bisa menemukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) orang tua yang terdampak  Covid-19, tapi tetap harus menyekolahkan anaknya di sekolah swasta.

“Asumsinya adalah ketika nanti akan diberikan bantuan uang masuk atau uang pangkal sekolah, maka mereka adalah yang layak dan terdampak  Covid,” ucapnya dalam video yang diunggah di akun youtube Pemprov DKI dikutip TribunJakarta.com, Senin (20/7/2020).

“Mereka yang layak dan terdampak Covid adalah mereka yang sudah masuk dalam data bansos,” sambungnya.

Dalam PPDB tahun ajaran 2020/2021 tercatat ada 334.110 calon peserta didik yang mendaftar ke sekolah negeri, baik itu tingkat SD, SMP, SMA, maupun SMK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 222.103 sudah diterima di sekolah negeri dan 112.007 lainnya tidak diterima.

Jumlah peserta didik yang tidak diterima di sekolah negeri ini yang kemudian bakal diasumsikan mereka yang akan masuk sekolah swasta.

“Lalu, hasil padanan data antara data PPDB yang tidak diterima di negeri dan data bansos adalah 85.508 siswa,” ujarnya.

Dengan demikian, Pemprov DKI memperkirakan dana yang dibutuhkan dalam program bantuan ini sekira Rp 171 miliar.

“Angka ini adalah sebuah hasil  yang sudah dilakukan analisa oleh Dinas Pendidikan, sehingga jumlahnya adalah Rp 171.065.500.000. Ini perkiraan uang yang dibutuhkan sekiranyaPemprov DKI akan memberikan bantuan biaya masuk bagi siswa terdampak Covid-19,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved