Suami Aniaya Istri Lantaran Ikan Asin

Emosi Suami di Cengkareng Mendidih Cuma karena Ikan Asin, Istri Dianiaya Tapi Beri Kesempatan Kedua

RJ berdalih saat kejadian dirinya khilaf karena kesal dengan tindakan sang istri saat dia baru bangun tidur pada Sabtu (18/7/2020) sekira Pukul 16.00.

Penulis: Wahyu Aji Tribun Jakarta | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
RJ yang tega aniaya istri sirinya kini berada di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Aroma ikan asin yang biasanya begitu menggoda, terasa sangat pahit bagi keluarga RJ (23) dan FK (36).

Sebab, di Sabtu (18/7/2020) sore, ikan asin menjadi puncak emosi berujung kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan RJ kepada istri sirinya itu.

RJ yang memang dikenal temperamen dan kasar, begitu murka saat ikan asin yang dimintanya kepada sang istri tak kunjung dimasak.

Ditambah laparnya perut membuat emosi RJ makin menjadi.

Dengan luka cakaran yang masih membekas di pipi, FK (36) menceritakan kasus penganiayaan yang dialaminya dari sang suami siri, RJ (23).

Ditemui di Polsek Cengkareng saat memberikan keterangan, FK menyebut pertikaian besar di rumah kontrakannya pada Sabtu (18/7/2020) sore itu hanya karena masalah sepele, yakni soal ikan asin.

"Sebenernya dia enggak minta dimasakin ikan asin, tapi aku emang masaknya lauk ikan asin sama tahu tempe," tuturnya, Selasa (21/7/2020) malam.

Saat itu, RJ yang baru bangun tidur menanyakan keberadaan ikan asin untuk dimakan.

Tiga kali RJ menanyakan keberadaan ikan asin, mulai dari nada suara normal, hingga terus meninggi.

Tiga kali pula FK menjawab pertanyaan itu tanpa datang ke arah sang suami atau membawakan hidangan tersebut.

"Dia nanya lauknya dimana, aku jawabnya di rak piring. Tiga kali dia nanya, sama aku jawab di rak piring. Mungkin dia enggak denger. Dia nanya dikira aku enggak jawab," kata FK.

FK menyebut bahwa saat kejadian, emosi sang suami makin mendidih saat dia berusaha merekam aksi penganiayaan itu.

"Biasanya suka ngeledekin dia di videoin, tapi dia enggak suka. Aku dibanting sama dia, kita rebutan handphone, sampai mukaku kecakar sama kukunya dia. Dia jambak aku saat aku mau keluar, terus aku ditarik sampai mentok ke lemari," kata FK menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.

"Yang usaha ke tiga kali baru aku berhasil keluar rumah," katanya melanjutkan sembari menyebut semua penganiayaan itu dilakukan RJ dengan tangan kosong.

FK, yang jadi korban penganiayaan oleh suami sirinya saat beri kesaksian di Polsek Cengkareng.
FK, yang jadi korban penganiayaan oleh suami sirinya saat beri kesaksian di Polsek Cengkareng. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved