Putra Siregar Ungkap Keanehan di Kasusnya & Soroti Pembunuhan Karakter: Kami Taat Bayar Pajak

Putra menjelaskan, saat malam hari, tahun 2017, dirinya ditelepon oleh J untuk membeli barang miliknya dan barang tersebut merupakan barang ilegal.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Muji Lestari
Instagram/@putrasiregarr17
Putra Siregar 

TRIBUNJAKARTA.COM - Putra Siregar, pengusaha ponsel yang juga Youtuber telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dalam kasus perdagangan barang ilegal

Pihak Bea Cukai telah menyita ratusan ponsel yang dia jual karena dianggap produk ilegal.

Ratusan ponsel itu disita dari toko milik Putra Siregar di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, tahun 2017.

TONTON JUGA:

Kasus yang melibatkan Putra Siregar mencuat ketika Bea Cukai mengunggah foto penyerahan tahap II kasus perdagangan barang ilegal itu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Penyerahan berkas dilakukan pada Senin (27/7/2020).

Anaknya Kerap Dijodohkan, Begini Beda Reaksi Ibunda Lesti Kejora & Orangtua Rizky Billar: Direstui?

Informasi itu disampaikan akun Instagram @bckanwiljakarta pada Selasa kemarin.

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa barang bukti yang diserahkan berupa 190 ponsel bekas dan uang hasil penjualan sebesar Rp 61.300.000. Ada juga beberapa aset lain yang disita.

"Akan diperhitungkan sebagai jaminan pidana denda dalam rangka pemulihan uang negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500.000.000, rumah senilai Rp 1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50.000.000," tulisnya.

FOLLOW JUGA:

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kasipidus Kejari) Jakarta Timur Milono membenarkan informasi itu.

Dia mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan berkas kasus itu agar bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Kami sudah mempersiapkan proses pelimpahan berkas ke pengadilan untuk segera melaksanakan acara persidangan terhadap tersangka PS ini," kata Milono.

VS Diduga Terlibat Prostitusi Online, Keluarga Vitalia Sesha Bantah Terjerat Prostitusi di Lampung

Atas kasus ini, maka Putra Siregar terancam pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 5 Miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved