Modus Sopir Angkot Berlagak Jadi Staf HRD: Tipu 11 Wanita Minta Foto Bugil, 4 Korban Diperkosa

Aksi penipuan dan pencabulan sopir angkot bernama Suherman (24) akhirnya dibongkar Polres Cimahi.

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Wahyu Aji
tribunjabar/daniel andrean damanik
Suherman, sopir angkot yang mengaku staf HRD menipu 11 wanita bahkan 4 korban dicabuli. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIMAHI - Aksi penipuan dan pencabulan sopir angkot bernama Suherman (24) akhirnya dibongkar Polres Cimahi.

Sopir angkot ini berkedok sebagai staf Human Resource Departement (HRD) dalam menjalankan aksi penipuan dan pencabulan.

Suherman berhasil memperdayai 11 wanita. Bahkan empat korbannya dicabuli.

Ia selalu mengaku sebagai staf HRD satu perusahaan susu di Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat saat beraksi.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Marzuki mengungkapkan modus yang dilakukan oleh pelaku ialah memasang iklan lowongan pekerjaan di akun facebook (FB) palsu.

"Ada 11 orang korbannya, semuanya perempuan. Korbannya dihubungi melalui "chat" di FB dan diminta uang senilai Rp 1.500.000 sebagai biaya administrasi dan diminta untuk foto tanpa busana dengan alasan untuk tes kesehatan," ungkap Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki di Mapolres Cimahi (03/8/2020).

Seluruh korban diminta dan diperdaya untuk memberikan uang jutaan rupiah sebagai biaya administrasi.

Bahkan, dari ke-11 wanita yang ditipu, sebanyak 4 orang yang berhasil diajak dan dipaksa oleh pelaku untuk berhubungan badan.

AKBP M Yoris Marzuki menjelaskan bahwa aksi penipuan dan aksi cabul pelaku tersebut dilakukan sejak Februari 2020.

"Modus operandi yang dilakukan ialah mengiklan di kolom komentar FB. Setelah korban tertipu, pelaku mulai menghilangkan jejak dan juga mengancam korban jika tidak mengikuti arahannya, akan menyebar foto tanpa busana dari korban," katanya.

Beraksi hampir 5 bulan, tepatnya pada 30 Juli 2020, pelaku ditangkap di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

Pelaku juga melaksanakan aksi cabulnya di beberapa lokasi.

Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Sigiro mengatakan bahwa pelaku menggunakan foto perempuan di akun FB-nya. Setelah korban terperngaruh, pelaku langsung menghubungi korban dan menggelar "Video Call".

"Pelaku ini memiliki dua peranan. Pertama sebagai HRD untuk urusan administrasi dan sebagai tim kesehatan untuk memeriksa kesehatan korban melalui cek fisik dalam kondisi bugil," kata AKP Yohannes Sigiro.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved