Maling Ikat Satu Keluarga di Ciracas
Korban Perampokan Ciracas: Kalau Pelaku Ditangkap Kami Tak Trauma Lagi
Zulhan Efendi (40) masih berupaya agar istri dan enam anaknya bisa pulih dari trauma aksi perampokan yang menimpa keluarganya pada Selasa (4/8/2020).
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
"Apalagi yang bayi, kalau mau tidur masih pada takut. Kalau dengar suara ribut takut ada yang masuk, langsung bangun juga kalau dengar suara berisik," ujarnya.
Bukan tanpa sebab, putranya yang berusia 15 tahun, dan lima putri usia 13, 8, 4, dan kembar 1,5 tak sekedar diikat dan melihat aksi pelaku.
Putra Haryanti ditendang dan diinjak karena hendak membela Haryanti ketika ditodong golok, sementara satu putri kembarnya jadi sandera.
Sambil menggendong satu putrinya, pelaku mengancam bakal membanting dan menembak putrinya seraya mendongkan pistol.
"Belum tenang kalau pelaku belum tertangkap. Tapi sampai sekarang kata polisi pelakunya masih dicari, kemarin polisi dari Polda, Polres, Polsek, datang ngabarin," tuturnya.
Suami Haryanti, Zulhan Efendi (40) membenarkan bila istri dan enam anaknya yang jadi korban trauma akibat aksi bengis empat pelaku.
Pasalnya saat petaka terjadi Zulhan tak bisa menyelamatkan keluarganya karena dalam perjalanan pulang setelah pulang kampung.
"Kalau saya pergi mereka takut, takut kejadian seperti kemarin, masih trauma. Pas kejadian saya dapat kabar paginya, waktu itu baru sampai (Pelabuhan) Merak, mau pulang," kata Zulhan.
Keluarga Haryanti sudah melaporkan kasus pencurian disertai kekerasan yang menimpanya ke SPKT Polsek Ciracas agar pelaku lekas diringkus.
Namun enam pelaku yang berhasil menggasak uang Rp 170 juta, perhiasan, tiga handphone, sejumlah bungkus rokok masih buron.
Sementara sejak kejadian hingga berita ditulis Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan urung memberi keterangan terkait kejadian.