Breaking News:

Keterbatasan Ekonomi Buat Ayah Tega Bunuh 2 Balitanya, Terkuak saat Nenek Korban Intip dari Jendela

Seorang wanita warga Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melihat sesuatu yang di luar akal sehatnya.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Muhammad Zulfikar
Pexel via Kompas
Ilustrasi bayi. Dua balita dibunuh ayah kandungnya karena keterbatasan ekonomi, Selasa (4/8/2020). 

Setelah memastikan tak ada apapun, MADP langsung menghidupkan dan memundurkan mobilnya.

Saat mundurkan mobil, MADP merasa ada yang mengganjal mobilnya sebanyak dua kali di roda depan dan belakang.

Sadar akan hal itu, MADP langsung mengecek benda apa yang mengganjal di bawah mobilnya tersebut.

Anaknya Kerap Dijodohkan, Begini Beda Reaksi Ibunda Lesti Kejora & Orangtua Rizky Billar: Direstui?

Follow juga:

Di sisi lain, MADP mempunyai seorang asisten rumah tangga bernama Ni Kadek Indrayani.

ART-nya tersebut memiliki anak perempuan yang usianya masih 11 bulan.

Biasanya, bayi Ni Kadek Indrayani yang berinisial PJ itu selalu berada dipengawasannya.

Namun hari itu, PJ lepas dari pengawasan sang ibu yang sedang mengepel lantai di dalam rumah.

Ilustrasi Bayi
Ilustrasi Bayi (Shutterstock via Kompas)

Rupanya, PJ merangkak keluar rumah dan menuju ke bawah mobil MADP yang saat itu hendak mundur.

MADP yang mengecek bawah mobilnya seketika kaget melihat anak perempuan ART-nya sudah dalam keadaan tak bernyawa.

MADP sadar, ia tak sengaja melindas bayi malang anak pasangan Ni Kadek Indrayani dan Gede Sabar.

Anak malang itu sudah dalam kondisi meninggal dunia saat dicek MADP.

Datang ke Nikahan Mantan, Lesti Kejora Beberkan 2 Alasan Menangis di Pelukan Ibunda Rizky DAcademy

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi menjelaskan, Ni Kadek Indrayani (20) dan Gede Sabar (21) memang bekerja di rumah MADP.

“Keduanya memang bekerja di rumah MADP,

Biasanya bayi tersebut memang diajak saat orang tuanya bekerja, dan berada di samping ibunya,

Namun sang ibu saat itu tidak menyadari bahwa sang anak lepas dari pengawasannya,” ungkap AKP Sulhadi dikutip dari TribunBali.com.

Orangtua terpukul

Kejadian tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Kintamani.

Sekitar pukul 12.00 wita, personel gabungan Polsek Kintamani, identifikasi Reskrim Polres Bangli dan petugas medis Puskesmas Kintamani VI mendatangi lokasi kejadian.

Berdasarkan olah TKP, pemeriksaan medis, dan interogasi sejumlah saksi, polisi mengatakan peristiwa tersebut disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat kelalaian sopir.

Sikap Romantis Anang ke Ashanty saat Membentuk Tanah Liat, Tim Berkelakar: Anak-anak Minggir Dulu!

“Kasus ini masih dalam penanganan Polsek Kintamani.

Sedangkan MADP, saat ini telah diamankan di Polres Bangli,” tandas AKP Sulhadi.

Sementara itu, Gede Sabar terlihat tertekan saat berada di ruang jenazah untuk proses pengantaran jenazah korban.

Pria berusia 21 tahun langsung ditenangkan oleh rekan dan kerabatnya.

Sedangkan sang ibu, Ni Kadek Indrayani hingga kini masih dirawat di salah satu ruangan RSU Bangli.

Hubungannya dengan Billy Syahputra Disebut Settingan, Amanda Manopo: Aku Sangat Mencintainya

Salah seorang petugas Polsek Kintamani juga mengatakan bahwa wanita 20 tahun itu belum bisa dimintai keterangan.

“Karena yang mengajak saat itu ibunya, dan saat ini kondisinya masih shock.

Setiap diajak berinteraksi pingsan.

Oleh sebab itu kami belum bisa memintai keterangan,” ucap salah seorang anggota Polsek Kintamani.

Olah TKP - Personel gabungan ketika melakukan olah TKP di kediaman MADP, di Bangli, Bali, Senin (27/7/2020).
Olah TKP - Personel gabungan ketika melakukan olah TKP di kediaman MADP, di Bangli, Bali, Senin (27/7/2020). (Tribun Bali/Dok ist)

MADP langsung diamankan ke Polres Bangli, sementara belum ada penetapan status apapun terhadapnya karena masih menunggu pemeriksaan saksi lainnya.

(TribunJakarta/TribunBali/Kompas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved