Breaking News:

Persidangan YouTuber Putra Siregar

Jaksa Dakwa Pengusaha Handphone Putra Siregar Menimbun hingga Menjual Barang Ilegal

dari hasil penyidikan Putra Siregar diduga terbukti melakukan tindak kepabeanan sesuai pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Putra Siregar disela pemberian Rekor MURI di Jalan Raya Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Timur mendakwa Putra Siregar melakukan tindak kepabeanan sesuai UU Nomor 17 tahun 2006.

JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Elly Supaini mengatakan dari hasil penyidikan Putra Siregar diduga terbukti melakukan tindak kepabeanan sesuai pasal 103 huruf d UU No 17 tahun 2006.

“Terdakwa menimbun, menyimpan, memiliki, membeli, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang impor yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102,” kata Elly di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (10/8/2020).

Putra Siregar Bantah Pernah Buat Pernyataan Dijebak Kasus Jual Handphone Ilegal

Hal ini berdasarkan hasil penyidikan Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta yang dimulai saat menyambangi toko PS Store di Jalan Raya Condet, Kramat Jati tahun 2017 lalu.

Tepatnya pada (10/11/2020) lalu, dua penyelidik Kanwil Bea dan Cukai DKI Jakarta datang setelah menerima informasi adanya penjualan handphone diduga illegal di PS Store.

"Pegawai Bea dan Cukai Kanwil Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap handphone yang berada di toko tersebut dengan cara melakuka pengecekan secara acak terhadap Nomor IMEI handphone yang ada di toko tersebut dengan mempergunakan website http://kemenperin.go.id/imei,” ujarnya.

Elly menuturkan dari pemeriksaan tersebut diketahui handphone yang dijual di toko PS Store di Kramat Jati tak terdaftar dalam database Kementerian Perindustrian.

Selain dari PS Store di Jalan Raya Condet, penyelidik Kanwil Bea dan Cukai DKI juga menyambangi PS Store di Jalan Raya Sawangan, Depok dan di Jalan KH Hasyim Azhari, Tangerang.

Hasilnya didapati sebanyak 190 handphone ilegal yang digunakan jadi barang bukti oleh penyelidik untuk menaikkan proses ke tahap penyidikan.

"Seluruhnya (handphone) adalah milik terdakwa dan berasal dari Batam serta dikeluarkan dari wilayah kepabeanan tanpa melalui mekanisme yang seharusnya. Yaitu dengan tanpa membayar PPN dan PPh sebagaimana peraturan Menteri Keuangan," tuturnya.

Dalam dakwaan, Elly menyebut akibat perbuatan Putra yang belum menyelesaikan pembayaran PPN dan PPh negara mengalami kerugian Rp 26.322.919.

Bila nantinya terbukti bersalah berdasarkan vonis hakim, Putra Siregar terancam hukuman minimal 2 tahun dan maksimal 8 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved