Breaking News:

Penemuan Struktur Bata di Stasiun Bekasi: Berbentuk Lorong, Penuhi Syarat Jadi Cagar Budaya

Struktur bata tersebut berbentuk lorong. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menduga struktur bata tersebut adalah bangunan peninggalan zaman Jepang.

Penulis: Erik Sinaga 2
Editor: Wahyu Aji
Dokumen Tim Ahli Cagar Budaya, Ali Anwar
Penemuan lorong yang diduga cagar budaya di Stasiun Bekasi, Senin (10/8/2020) 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Struktur bata diduga cagar budaya ditemukan saat di bawha permukaan tanah proyek pembangunan jalur dwiganda atau double double track (DDT) Stasiun Bekasi.

Struktur bata tersebut berbentuk lorong. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menduga struktur bata tersebut adalah bangunan peninggalan zaman Jepang.

Tim ahli cagar budaya meminta Pemerintah Kota Bekasi menghentikan sementara proses pembongkaran struktur bata tersebut.

Bangunan cagar budaya?

Struktur bata berbentuk lorong yang diduga sebagai bagunan cagar budaya ditemukan di bawah permukaan tanah proyek pembangunan jalur dwiganda atau doubled double track (DDT) Stasiun Bekasi, tepatnya di perimeter Stasiun Bekasi.

Kepala Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bekasi, Ali Anwar mengatakan, benda yang diduga cagar budaya tersebut diperkirakan dibangun oleh Belanda-Jerman tahun 1887.

“Struktur cagar budaya berbentuk struktur bata pernah dipugar pada tahun 1920,” kata Ali Anwar dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2020).

Struktur bata itu sekilas seperti lorong.

Lorong yang memiliki diameter lima meter itu sudah tertutup tanah.

Struktur bata tersebut diperkirakan dahulunya adalah gorong-gorong atau saluran air dari Stasiun Bekasi ke Jalan Juanda.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved