Breaking News:

Pembersihan Tumpahan Minyak Pulau Pari Diharapkan Selesai Sebelum Wisatawan Berkunjung Akhir Pekan

Penanganan terhadap tumpahan minyak yang mencemari Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu diharapkan rampung segera.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
ISTIMEWA/Dokumentasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu
Petugas membersihkan tumpahan minyak di perairan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KEPULAUAN SERIBU - Penanganan terhadap tumpahan minyak yang mencemari Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu diharapkan rampung sesegera mungkin.

Menurut Lurah Pulau Pari, Mahtum, sejauh pihaknya tidak menargetkan jadwal khusus penyelesaian penanganan limbah.

Akan tetapi, dengan pengerahan petugas yang ada, ia berharap pembersihan tumpahan minyak bisa selesai sebelum akhir pekan ini.

Pasalnya, pada akhir pekan nanti, wisatawan akan kembali mengunjungi Pulau Pari untuk berlibur di kawasan pantai.

Warga Bisa Ikuti Upacara Bendera Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka Secara Virtual, Ini Caranya

"Kalau akhir pekan kan banyak wisatawan, nggak enak kalau ada berita begini (tumpahan minyak di Pulau Pari)," kata Mahtum kepada awak media, Rabu (12/8/2020).

Penanganan tumpahan minyak saat ini dilakukan petugas PPSU Pulau Pari dibantu PJLP Sudin LH Kepulauan Seribu, petugas dari Pertamina, serta warga setempat.

Hasil penanganan pada Selasa (11/8/2020) kemarin, terkumpul sebanyak 380 karung berisi limbah tumpahan minyak yang membeku.

Sementara hasil pembersihan hari ini masih belum dipastikan.

"Kalau dilihat dari total jumlah karung yang sudah terkumpul, cukup banyak ya," kata Mahtum.

Gudang Transmart Bintaro Tangsel Dikuras Maling, 65 TV dan Home Theatre Raib Dibawa Kabur

Sembari pembersihan, sumber tumpahan minyak yang mulai dilaporkan sejak kemarin juga masih diselidiki.

Sudin LH Kepulauan Seribu sudah mengirimkan sampel tumpahan minyaj ke laboratorium Dinas LH DKI Jakarta.

"Kita nggak boleh menduga-duga kalau seperti ini. Tunggu hasil penelitian laboratorium," jelas Mahtum.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved