Breaking News:

Pemerintah Diminta Turunkan Biaya Penyeberangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra

SPASI yang beranggotakan pekerja untuk pengiriman barang lintas Pulau Jawa dan Pulau Sumatra mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Ilustrasi: Suasana di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (24/4/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Serikat Pekerja Angkutan Seluruh Indonesia (SPASI) yang beranggotakan pekerja untuk pengiriman barang lintas Pulau Jawa dan Pulau Sumatra mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Mereka meminta agar pemerintah dapat membantu menurunkan biaya penyeberangan antar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Pasalnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, biaya penyeberangan dirasakan sangat membebani dan menekan para pekerja angkutan.

Ketua Umum SPASI Sugeng Prayitno mengatakan, biaya penyeberangan antar Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang tinggi sangat tidak selaras dengan keinginan Pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional dengan tujuan mengurangi ekonomi biaya tinggi di sektor tranportasi

"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional yang berdaya saing dan berdaya guna, kami selaku Serikat Pekerja di sektor Angkutan Barang antar pulau telah berdiskusi dengan salah satu perusahaan pelayaran nasional yang bersedia untuk mengoperasikan Kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang dan sudah berinvestasi beberapa Kapal Ro-Ro berkapasitas besar untuk mengurai kemacetan dan menekan biaya logistik antar Pulau tersebut," tutur Sugeng dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/20).

Sugeng mengungkapkan, data searates menunjukkan Indonesia hanya memiliki 15 terminal kargo.

Rinciannya di Jawa terdapat 4 yang berlokasi di Cilegon (Banten), Tanjung Priok (Jakarta), Semarang (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). Sementara di Sumatra terdapat 7 terminal kargo yang terdiri dari Belawan (Sumatra Utara), Perawang (Riau), Panjang (Lampung), Padang (Sumatra Barat), Jambi, dan dua di Palembang (Sumatra Selatan).

"Dimana Pembukaan jalur Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang sudah sangat memenuhi kepentingan untuk mengangkut cargo dari Pulau Jawa dengan Terminal Cargo di Pelabuhan Panjang," ujarnya.

Namun, kata Sugeng, niat baik untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat RI khususnya di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra masih terdapat hambatan, dikarenakan belum diizinkannya pengoperasian Kapal Ro-Ro tersebut.

"Menurut perhitungan kami setelah kami mengadakan pembicaraan dengan operator pelayaran dimaksud, penghematan yang bisa kami dapatkan selaku perusahaan logistik dengan kehadiran kapal Ro-Ro dari Pelabuhan Merak Mas ke Pelabuhan Panjang kurang lebih sekitar Rp 500.000,- /Truk," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved