Catat, Urus Tilang Tak Harus Hari Jumat Saja

Bila kita melintas di Pengadilan maupun Kejaksaan pada hari Jumat biasanya situasinya lebih ramai dibanding hari biasa karena warga mengurus tilang.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Antrean mengular di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat oleh warga yang hendak mengurus tilang, Jumat (14/8/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Bila kita melintas di Pengadilan maupun Kejaksaan pada hari Jumat biasanya situasinya lebih ramai dibanding hari biasa.

Hal itu karena banyak masyarakat yang ingin mengurus tilang kendaraannya.

Tak ayal, banyak terjadi antrean di pengadilan maupun kejaksaan pada Jumat pagi.

Seperti yang terlihat di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat hari ini.

Antrean mengular di depan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat dari ribuan orang yang hendak mengurus tilang.

Untuk menghindari kemacetan dan tetap menerapkan protokol kesehatan, antrean dibuat labirin.

Lantas, apakah mengurus surat tilang harus datang ke pengadilan atau kejaksaan hanya di hari Jumat saja?

Kasipiddum Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Edy Subhan menjelaskan bahwa mengurus tilang sebenarnya bisa dilakukan tak khusus di hari Jumat.

"Masyarakat juga masih banyak yang belum paham bahwa pengambilan tilang tidak harus di hari Jumat dan tidak harus di tanggal yang tertera di slip tilang," jelas Edy di Kejari Jakarta Barat, Jumat (14/8/2020).

Antrean mengular di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat oleh warga yang hendak mengurus tilang, Jumat (14/8/2020)
Antrean mengular di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat oleh warga yang hendak mengurus tilang, Jumat (14/8/2020) (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Edy mengatakan, hal itu karena putusan tilang sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 12 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas tak perlu dihadiri pelanggar.

"Karena kan putusan tilang saat ini sesuai aturan Perma itu diputus diluar kehadiran pelanggar. Jadi semua setelah diputus dendanya, masyarakat tinggal lihat aja dendanya, jadi tak perlu menumpuk di hari Jumat," kata Edy.

Kemudian, lanjut Edy, tenggat waktu yang diberikan bagi pelanggar untuk mengurus surat tilangnya di kejaksaan ternyata cukup lama yakni sampai dua tahun.

"Kami ada waktu dua tahun untuk pengambilan barang bukti. Setelah dua tahun baru kita enggak bisa melayani. Jadi memang masih banyak waktunya," ucap Edy.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved