Breaking News:

Bakal Direlokasi ke Rusun Marunda, Ini Kata Warga Korban Penggusuran RW 04 Ancol

Salah seorang warga, Dijah (42) mengaku senang akan mendapatkan hunian di Rusun Marunda.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kelurahan Ancol berkoordinasi dengan warga korban penggusuran bantaran rel kereta api Kampung Sadar, RT 006/RW 04 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (24/8/2020) malam. 

Ia menganggap pemerintah memerhatikan warga yang sudah bertahun-tahun bertempat tinggal di bantaran rel namun harus menjadi korban penggusuran.

"Ya seneng, dapat (rusun) murah. Lingkungannya juga bagus juga. Saya liat ke sana langsung," kata Hariyadi yang bakal pindah ke rusun dengan seorang anaknya.

Hariyadi yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga harian lepas dan sesekali menjadi pemulung mengaku tak ambil pusing soal pekerjaannya nanti.

Menurut dia, yang terpenting ialah memiliki hunian yang layak terlebih dahulu.

"Kalau kerja ya usaha aja nanti, namanya nyari kerja. Tapi paling nanti saya tetap kerja di sekitaran sini (kawasan Ancol). Ke sininya nanti paling motoran," ucap dia.

Pemilihan Rusun Marunda sebagai tempat relokasi ratusan warga itu setelah beberapa kali diadakan rapat dan survey tempat.

Lurah Ancol Rusmin mengatakan, Rusun Marunda dipilih berdasarkan kesepakatan antara warga dengan pemerintah.

Kelurahan Ancol berkoordinasi dengan warga korban penggusuran bantaran rel kereta api Kampung Sadar, RT 006/RW 04 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (24/8/2020) malam.
Kelurahan Ancol berkoordinasi dengan warga korban penggusuran bantaran rel kereta api Kampung Sadar, RT 006/RW 04 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (24/8/2020) malam. (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALS LEONARDO AGUSTINO)

Awalnya sempat ada opsi bagi warga untuk menyewa rumah kontrakan di luar hunian milik pemerintah, namun terkendala biaya sewa yang diperkirakan cukup mahal.

Kemudian, perwakilan warga dan pemerintah sempat melakukan survei ke beberapa rusun, salah satunya Rusun Nagrak yang berada di Cilincing, Jakarta Utara.

Namun, biaya sewa Rusun Nagrak yang bisa mencapai Rp 700 ribu per bulan masih belum terjangkau bagi warga.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved