Sisi Lain Metropolitan
Keikhlasan Petugas Kebersihan Sisihkan Gaji Bantu Anak-anak Duri Pulo Dapat Kuota Internet Gratis
Di masa pandemi Covid-19, pelajar diharuskan belajar secara daring. Keterbatasan kuota internet masih menjadi masalah yang dihadapi .
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Suharno
Niat baik itu pun tidak semua disetujui pihak dkm masjid.
Dari 10 dkm yang diundang, sebanyak tujuh masjid yang merespons dengan antusias.
Menurut Angga, tiga masjid tidak ingin dipasang wifi untuk anak-anak belajar karena berbagai alasan.
"Ada tiga yang masih menolak. Alasannya berbeda ada yang bilang internet banyak mudaratnya, ada juga masjid hanya tempat ibadah. Ada juga yang mau dipasang tapi belajar di luar masjid," ujar Angga.
Angga berharap pihak masjid yang menolak bisa berubah pikiran.
Sebab, ia ingin masjid tidak hanya sebagai sarana ibadah melainkan juga sarana positif lainnya bagi warga sekitar dengan tetap mentaati peraturan di masjid tersebut.
Dana Utama dari PPSU
Fitrah mengatakan dana utama pemasangan wifi gratis di masing-masing masjid berasal dari kocek pribadi petugas PPSU.
Sebanyak 46 orang petugas PPSU Duri Pulo mengikhlaskan sedikit gajinya untuk membantu anak-anak demi mendapatkan wifi gratis.
Sebagian besar PPSU tidak keberatan dengan wacana tersebut. Sebab, mereka juga berasal dari kampung Duri Pulo.
Dana itu sebenarnya diambil dari dana program Nasi Jumat yang dibuat oleh para petugas PPSU.
Karena pandemi Covid-19, program berbagi nasi bungkus di hari Jumat itu dialihkan untuk dana pemasangan wifi.
"Alhamdulilah setiap PPSU menyumbang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu," tambah Fitrah.
Mereka memasang wifi dengan sekitar Rp 400 ribu per modem.
Uji coba pemasangan wifi dan belajar di masjid sudah dimulai selama dua hari sejak Senin (24/8/2020).