Sisi Lain Metropolitan
Keikhlasan Petugas Kebersihan Sisihkan Gaji Bantu Anak-anak Duri Pulo Dapat Kuota Internet Gratis
Di masa pandemi Covid-19, pelajar diharuskan belajar secara daring. Keterbatasan kuota internet masih menjadi masalah yang dihadapi .
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Suharno
Jam belajarnya dimulai dari pukul 07.00 WIB sampai 11.00 WIB serentak di seluruh masjid selama masa uji coba.
Ketika hendak mulai, pihak masjid mengajak anak-anak di sekitar kampung melalui pengeras suara untuk belajar di masjid.
Namun, pihak pengawas mengizinkan bila ada anak yang baru mengerjakan tugas sore hari di sana.
Anak itu tinggal meminta kata sandi wifi kepada pihak dkm.
Nantinya, tim akan mengubah kata sandi setiap hari demi mencegah penyalahgunaan internet.
Antusias warga di hari pertama sangat tinggi. Misalnya Masjid Jami Syiar Islam di kampung Duri Barat RT 003 RW 008 saja diserbu para pelajar.
Banyak anak yang membutuhkan kuota untuk belajar sehingga berebutan wifi di masjid tersebut.
Akibatnya, jaringan wifi menjadi lemah lantaran banyak yang menggunakannya.
Belajar dari pengalaman, jumlah kapasitas maksimal pelajar di dalam masjid menjadi 20 orang saja.
Fitrah juga membentuk satu tim dengan 15 orang sebagai pengawas.
Mereka berasal dari petugas PPSU, anggota Karang Taruna, dan Remaja Masjid.
"Kita bagi masing-masing masjid ada yang dua orang dan tiga orang," lanjutnya.
Fitrah menargetkan dari 10 RW di Kelurahan Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat bisa mendapatkan akses internet gratis.
Sebab, mayoritas warga Duri Pulo merupakan warga pra sejahtera yang layak dibantu.
"Kita di sini ada suatu kewajiban dari sisi sosial. Kita bantu apa yang kita bisa," pungkasnya.