Ditemukan Tewas Berpelukan Usai Lompat Bareng Pacar, Terungkap Ada Chat Isi Ancaman di Ponsel Korban
Sepasang kekasih yang melompat bersama ke dalam sungai, ditemukan tewas mengapung dalam kondisi saling berpelukan.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM - Sepasang kekasih yang melompat bersama ke dalam sungai, ditemukan tewas mengapung dalam kondisi saling berpelukan.
Sepasang kekasih itu adalah Tegar (18) dan M (17).
Entah persoalan apa yang membuat mereka memutuskan melompat bersama ke dalam sungai.
Muhammad David (37) yang merupakan paman korban mengatakan, jenazah Tegar ditemukan tak jauh dari Dermaga 10 Ulu, tempat keduanya hilang.
Hanya beberapa menit setelah penemuan AMT, tim SAR juga berhasil mengevakuasi M.
Bahkan, ketika diangkat ke daratan, kondisi tangan M maupun Tegar terlihat saling rangkul.
"Kemungkinan mereka saling berpelukan saat terjatuh ke sungai. Tangan keponakan saya juga terlihat masih kondisi merangkul saat dievakuasi," kata David di rumah duka.
David menjelaskan, keluarga tidak memiliki firasat apapun sebelum M dan AMT dikabarkan hilang di Sungai Musi.
• Terungkap Modus Eks Anggota DPRD Curi Pisang di Pasar, Datang Tengah Malam dan Hampir Diamuk Massa
Sebab, M saat itu hanya pamit untuk pergi sebentar.
"Makanya Ibunya syok, karena M ini suka membantu jualan minuman ringan di pasar. Dia juga anak tunggal," ujar David.
David mengatakan, sebelum kejadian itu berlangsung ia menduga M dan Tegar sempat terjadi selisih paham hingga terjadi keributan.
M pun mendatangi Tegar di kawasan Dermaga 10 Ulu untuk menyelesaikan masalah mereka.
Namun, Tegar mendadak melompat ke sungai Musi dan coba dihalangai oleh M.
• Disewa Rp 200 Juta, Terungkap Pembunuh Bos Pelayaran Latihan Menembak Sehari Sebelum Eksekusi
• Pilih Pernikahan Diendorse, Atta Buka-bukaan Soal Rencana Pestanya: Aurel Ingin Mas Kawin Ini
Nahas, keduanya pun ternyata langsung tenggelam terbawa arus sungai Musi hingga akhirnya ditemukan tewas.
"Ada warga yang mendengar Tegar ini mau bunuh diri. Keponakan saya ini bermaksud hendak menolong agar Tegar itu tidak bunuh diri, namun ikut terdorong," kata David saat berada di rumah duka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ibunda-m-terus-menangis-di-samping-jenazah-korban.jpg)