Detik-detik 2 Pria di Bandung Ditembak 4 Orang Tak Dikenal, Bermula saat Korban Datang ke Angkringan

Ia tak menyangka, keputusannya kala itu untuk pergi keluar saat tengah malam justru mengundang celaka.

Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi penembakan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG - Nasib malang menimpa 2 pria tatkala mereka tengah berkendara di jalan raya. 

Pemuda bernama Yoga Novan Yasin (23) warga Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh empat orang tak dikenal.

Ia tak menyangka, keputusannya kala itu untuk pergi keluar saat tengah malam justru mengundang celaka.

Tak hanya mendapatkan pukulan, bahkan korban juga ditembak pelaku dengan menggunakan airsoft gun.

Kapolsek Coblong Kompol Hendra Virmanto mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin (24/8/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Malam itu, Yoga bersama temannya, Qataz menjadi korban penganiayaan saat melintas di pertigaan Jalan Dipati Ukur - Jalan Tengku Umar, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Tiba-tiba dari belakang, dua unit sepeda motor yang ditumpangi empat orang berboncengan melaju mendekati kendaraan korban.

Curiga Cucunya Tiba-tiba Punya Banyak Uang, Nenek di Magetan Terkejut saat Dengar Pengakuannya

Salah satu pelaku kemudian menendang kendaraan hingga korban dan temannya hingga terjatuh.

Para pelaku kemudian memkul korban dan temannya.

Akan tetapi korban dan temannya melakukan perlawanan sehingga terjadilah perkelahian.

Pelaku yang merasa terdesak lantas mengeluarkan senjata dan menembakannya kepada korban.

"Karena merasa terdesak, para pelaku mengeluarkan senjata yang diduga airsoft gun yang kemudian menembak badan dan muka korban," kata Hendra, Rabu (26/8/2020).

Ilustrasi penembakan
Ilustrasi penembakan ()

Usai menembak, para pelaku langsung melarikan diri.

Beruntung, korban hanya mengalami luka memar dan lecet akibat penganiayaan itu.

"Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka lecet diduga akibat tembakan airsoft gun."

"Sementara temannya, Qataz, menderita luka memar di kepala diduga akibat pukulan gagang airsoft gun pelaku," terangnya.

Dalam kejadian tersebut tidak ada barang milik korban yang hilang.

Respon Raffi Ahmad ketika Dinyinyiri Tak Ganteng Oleh Bu Tejo: Lebih Lemes dari Ruben

Sampai saat ini polisi belum mengetahui identitas pelaku.

Pasalnya, saat kejadian para pelaku menggunakan helm dan penutup muka.

Selain itu, di lokasi kejadian polisi tidak menemukan adanya kamera pengawas.

"Masih dalam proses lidik," ujarnya.

Ilustrasi penembakan.
Ilustrasi penembakan. (Shutterstock/Kompas.com)

Korban Kenali Ciri-ciri Pelaku

Dikutip dari TribunJabar, Yoga Novan mengaku masih mengalami luka bekas tembakan di sekitar pipi dan dekat hidung.

"Masih ada luka dan kerasa pusing,"ujar Yoga.

Diceritakan Yoga, peristiwa itu bermula saat ia mengunjungi warung angkringan di Jalan Dipati Ukur.

Lalu, ia pulang dan di perjalanan dikejar sejumlah orang tak dikenal.

Korban dan temannya, sempat melawan namun pelaku membawa senjata. Dalam kasus ini, temannya, Qataz juga mengalami luka.

Sehari Sebelum Mayat Wanita Terbungkus Selimut Ditemukan, Warga Lihat Ada Pria Masuk Ambil Barang

"Sebelum ada kejadian itu, saya tidak mengalami peristiwa apapun. Jadi pelaku langsung mengejar dan memberhentikan saya," ucapnya.

Ia mengaku masih mengenali ciri-ciri pelaku. Seperti berambut pirang, lalu pelaku lainnya bertubuh kecil.

"Jadi awalnya itu mereka menghadang saya sambil bilang 'naon pelang-pelong' (apa lihat-lihat). Setelah itu mereka langsung memukuli saya dengan gagang pistol dan kemudian melakukan penembakan secara random," katanya.

Sepenglihatannya, ia memang melihat pelaku membawa senapan jenis pistol warna hitam.

Dari suara tembakannya terdengar seperti suara senjata air soft gun. Warna senjata pistol tersebut berwarna hitam.

Polisi Gelar Prarekonstruksi

Polisi sudah menggelar pra-rekontruksi penembakan diduga menggunakan air soft gun terhadap pria bernama Yoga Novan (23) asal Margaasih Kabupaten Bandung.

Pra- rekontruksi penembakan dilaksanakan di lokasi kejadian, Jalan Dipati Ukur pada Selasa (25/8/2020) malam.

"Iya, prarekontruksi penembakan sudah dilaksanakan kemarin malam di lokasi kejadian," ujar Kapolsek Coblong, Kompol Hendra Virmanto via ponselnya, Rabu (25/8/2020).

Dia menerangkan, sejak kejadian, korban belum membuat laporan resmi ke polisi.

Fakta Lengkap Mayat Wanita Tanpa Busana Ditemukan Membusuk, Polisi Kantongi Identitas Pembunuh

Namun, korban mengunggah kronologi kejadian itu di media sosial Instagramnya.

"Sejak kejadian korban belum laporan. Baru kemarin saat didatangi, dibujuk, baru yang bersangkutan laporan resmi," ujar dia.

Dari laporan resmi itu, pihaknya langsung mengeluarkan surat perintah penyelidikan yang ditindak lanjuti dengan tindakan penyelidikan.

Seperti mencari dan meminta keterangan saksi dan mengecek lokasi kejadian.

"Termasuk melakukan pra rekontruksi. Jadi supaya tergambar dengan jelas peristiwa perbuatannya seperti apa. Untuk penyebab kenapa terjadi penembakan itu masih kami dalami," ucap dia.

(TribunJakarta/TribunJabar/Kompas.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved