Mayat Perempuan Terbungkus Selimut

Wanita Tewas di Dalam Selimut Bersimbah Darah: Cinta Segitiga Diduga Jadi Pemicunya

Dalam beberapa bulan ini pacar HY yang berstatus terduga pelaku kerap kali main ke rumah duka di Ciledug dan membuat risih sekeluarga.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Ruswati (44) tante dari HY sambil memegang foto mendiang keponakannya saat ditemui di rumahnya kawasan Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Kamis (27/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pembunuhan sadis yang terjadi di bilangan Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu diduga ditenggarai karena percintaan.

Diketahui korban bernisial HY (31) ditemukan tewas dalam keadaan berselimut bersimbah darah di dalam kardus di kontrakannya kawasan Kampung Kebantenan RT. 003/008, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

HY bukanlah penghuni lama di kontrakan itu melainkan baru dua bulan dan diduga tinggal bersama selingkuhannya.

Sebab, HY sesungguhnya tinggal bersama orang tua dan suaminya di bilangan Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Saat ditemui di rumah duka, Ruswati (44) tante dari korban menduga kasus yang menimpa keponakannya tersebut dilandasi alasan cinta segitiga.

"Kurang tahu pasti alasannya sebenarnya apa, tapi kayaknya cinta segitiga sih kayaknya juga ya," ujar Ruswati di rumah duka, Kamis (27/8/2020).

Sebab, sudah beberapa bulan ini pacar HY yang berstatus terduga pelaku kerap kali main ke rumah duka di Ciledug dan membuat risih sekeluarga.

Polisi mengevakuasi mayat perempuan berinisial HY (31) yang terbungkus selimut dari dalam kontrakan petak di Kampung Kebantenan, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Selasa (25/8/2020) malam. (Inset) Kondisi mayat HY ditemukan di bawah rak beton.
Polisi mengevakuasi mayat perempuan berinisial HY (31) yang terbungkus selimut dari dalam kontrakan petak di Kampung Kebantenan, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Selasa (25/8/2020) malam. (Inset) Kondisi mayat HY ditemukan di bawah rak beton. (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Thohir/Dok Polres Tangerang Selatan)

Alhasil, kuat dugaan alasan di atas menjadi penyebab HY mengontrak di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

"Ya pikirnya kan waktu itu sama suaminya ya ngontrak jadi ya biasa aja. Sekeluarga mikirnya itu ya sudah suami jadi dibawa lah dia (HY)," jelas Ruswati.

Usut punya usut, HY menikah dengan suami keduanya sekarang dari pernikahan siri dan tidak jelas hubungannya di mata keluarga.

Sehingga, terduga pelaku berinisial MN alias NZ ini dianggap suami barunya korban karena sering datang ke rumah duka.

"Sering main aja ke sini jadi ya kita kira juga suaminya kali ya," sambung Ruswati.

Ruswati menjelaskan keduanya kenal karena berada di satu lingkup kerja di kawasan Japos, Ciledug, Kota Tangerang.

HY bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan NZ berprofesi sebagai sekuriti perumahan sekitar dan kebetulan punya banyak kenalan tetangga korban di Ciledug.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved