Modus Perampokan Kasih Tumpangan
Rampok Modus Bius di Bandara Soekarno-Hatta, Racik Racun Sendiri, Korban Dibuang di Lebak Bulus
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan keempat pelaku melakukan perampokan dengan modus berpura-pura
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sindikat perampokan modus bius di Bandara Soekarno-Hatta membius korbannya dengan minuman herbal racikan yang biasa ditemui di toko-toko sekitar.
Diketahui, modus tersebut dijalankan oleh empat orang berinisial B alias BD, YS alias IY, A alias K, dan IB yang mengincar korbannya di Bandara Soekarno-Hatta.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan keempat pelaku melakukan perampokan dengan modus berpura-pura berada satu tujuan dengan korban.
"Kemudian mereka mengajak korbannya untuk menumpang dengan kendaraan pelaku dengan tujuan Serang, Banten," jelas Adi di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (1/9/2020).
Korban diketahui bernama Mustari (29) yang merupakan penumpang maskapai Sriwijaya Air yang baru saja tiba dari Jayapura, Papua di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Adi menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada 8 Agustus 2020 lalu.
Dimana, salah satu pelaku yakni A mengaku sebagai penumpang yang juga baru mendarat.
A mengaku tengah dijemput anggota keluarganya untuk pulang ke wilayah Serang, Banten.
"Jadi pelaku A ini perannya berpura-pura sebagai penumpang, dia mengajak korban mengobrol hingga tahu bahwa korban juga pulang ke Serang, jadi mengajak korban untuk menumpang dengannya karena satu tujuan," papar Adi.
Saat tengah diperjalanan, pelaku A mengaku mabuk perjalanan hingga harus meminta izin untuk membeli obat.
Saat kembali, pelaku telah menyiapkan minuman yang telah dicampur berbagai macam obat untuk membuat korban tak sadarkan diri.
"Pelaku mencampur air hangat dengan obat-obatan yang sebenarnya biasa kita temukan di warung, seperti obat pusing, obat masuk angin, namun memang jika dicampur bisa membuat tak sadarkan diri," jelas Adi.
• Komplotan Begal Gasak Ponsel Sopir Truk di Jalan Tol, Menggendarai Angkot saat Beraksi
• Kasus Covid-19 Mengalami Peningkatan, Wali Kota Bekasi Tak Mau Lagi Tutup Kegiatan Masyarakat
Saat sudah melancarkan aksinya, para pelaku membuang korban di sisi jalan raya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Korban ditemukan pertama kali oleh seorang tukang ojek di wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan tanpa membawa barang apapun.
Korban pun masih terlihat bingung hingga tidak langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.
"Korban merasa pusing dan pingsan, setelah sadarkan diri korban tidak tahu dimana, berdasarkan laporan tukang ojek yang menemukan, korban ditemukan di daerah Lebak bulus," tutur Adi.
Sementara, Kasatreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan kalau para pelaku mengandalkan feeling atau perasaan saat meracik minuman.
"Para pelaku juga ini residivis dengan kejahatan yang sama dan meracik minuman menggunakan feeling dari mereka aja," jelas Alexander.
Berdasarkan laporan korban pada 13 Agustus 2020, Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta pun langsung menangkap keempat pelaku dalam waktu 10 hari.
Pihaknya pun mengimbau kepada korban lainnya untuk melapor jika memang merasa pernah mengalami hal serupa.
Keempat pelaku kini terpaksa mendekam di balik jeruji besi Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan dijerat dengan pasal 365 KUHPidana dan diancam hukuman 12 tahun penjara.