Viral di Media Sosial
Di saat Warga Tunaikan Salat Jumat, Pasangan Kekasih Ini Malah Mesum di Taman Kota Probolinggo
Tingkah pasangan kekasih di Probolinggo, Jawa Timur sungguh diluar akal sehat.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM - Tingkah pasangan kekasih di Probolinggo, Jawa Timur sungguh diluar akal sehat.
Pasalnya pria dan wanita tersebut nekat berbuat mesum di Taman Maramis Kota Probolinggo.
Bak tak punya malu keduanya asyik bertindak asusila di siang hari bolong.
TONTON JUGA
Aksi mesum pasangan kekasih itu kemudian direkam dan viral di media sosial.
Video mesum keduanya yang berdurasi 29 detik itu kini diselidiki polisi.
Seorang saksi menyebut, perbuatan mesum itu dilakukan saat warga melaksanakan shalat Jumat.
JM, seorang pedagang kaki lima (PKL) di Taman Maramis menyebut, mengetahui kejadian itu pada keesokan harinya setelah melihat video di media sosial.
• Asyik Belanja Bulanan, Nikita Mirzani Tiba-Tiba Kocar-Kacir Ditegur Sekuriti: Lari Azka, Lari!
TONTON JUGA
"Infonya Jumat kejadiannya, saat warga Jumatan (shalat Jumat). Tapi, saya tidak tahu kapan itu direkam dan siapa yang merekam," kata JM dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Rabu (2/9/2020).
Menurut JM, perbuatan mesum di video itu terjadi di belakang tempatnya mangkal.
Lokasinya di atas tanah, di samping bangunan bercat hijau.
Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mendatangi taman tersebut untuk kepentingan penyelidikan.
• Kebutuhan Rumah Tangga Habis dalam Waktu Singkat, Nikita Mirzani Curigai ART: Mungkin Dijualin
Sejauh ini, pihaknya tengah mempelajari video dan dugaan lokasi di dalam video tersebut.
Sejumlah saksi di sekitar Taman Maramis yang berada di Kecamatan Kanigaran itu juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
"Kami bersama sejumlah penyidik juga menggali informasi siapa pelaku perbuatab mesum dan siapa pengunggahnya ke media sosial," kata Heri, melalui pesan singkat.
Heri berharap, video mesum yang telah viral itu tidak semakin disebarluaskan.
• Remas Payudara dan Kerap Video Call Mainkan Kelamin, Pria Pemilik Kontrakan Tega Usir Korbannya
Kasus Serupa
Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi mengaku masih menyelidiki kasus mesum yang terjadi di salah satu hotel di wilayah Kembangan pada Jumat (24/7/2020) lalu.
Kejadian itu berujung dengan penggerebekan warga lantaran ada pasangan yang sedang berhubungan badan lupa menutup gorden sehingga tampak dari luar hotel.
Sejauh ini, ia menyebut, dirinya belum mengetahui status pasangan yang melakukan hubungan badan di hotel tersebut.
Bila ternyata keduanya suami-istri, maka menurutnya, aksi pasangan itu masaih bisa dimaklumi.
“Saya enggak tahu pasangan itu siapa. Kalau dia suami-istri kan boleh, tapi kalau bukan suami-istri baru jadi persoalan,” ucapnya, Selasa (28/7/2020).
Ia pun mengaku belum mengetahui alasan pasangan tersebut tidak menutup gorden kamarnya saat sedang berhubungan badan.
Bila hal ini disengaja, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, keduanya bakal berurusan dengan pihak kepolisian.
“Masalahnya kenapa transparan, terbuka gitu. Makanya kita mau lihat hotelnya, nanti kami cek. Polisi kan juga sudah turun,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota DKI.
Tak hanya itu, ia pun mengaku bakal memberikan sanksi kepada pengelola hotel bila ditemukan faktor kesengajaan atau pembiayaran dalam kasus ini.
“Nanti kit cek hotel itu, koko terjadi sampai seperti itu. Kalau memang ada pelanggarn ya kita sanksi hotel itu,” kata Rustam.
Diberitakan sebelumnya, lupa menutup gorden saat kencan di hotel, aksi pasangan muda yang sedang berhubungan intim jadi tontonan warga yang berada di seberang hotel.
Beberapa dari warga juga ada yang merekam adegan tersebut dan menyebarkannya melalui grup ponsel.
Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Niko Purba mengatakan insiden itu terjadi di sebuah hotel melati di wilayah Puri Indah Kembangan pada Jumat (24/7/2020) dini hari saat pasangan itu bermalam di hotel.
"Kejadiannya di lantai enam hotel, ditonton warga yang dijalan," kata Niko saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2020).
Niko mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan sepasang kekasih tersebut.
Namun, keduanya sudah diperbolehkan pulang karena tak melanggar undang-undang pidana.
Pasangan kekasih itu mengaku khilaf lupa menutup gorden.
"Karena tidak ada unsur pidana baik pornografi atau prostitusi dan bukan anak di bawah umur maka tidak dapat kami tahan atau pidanakan," kata Niko. (TribunJakarta.com/ Kompas.com)