Lihat Kobaran Api Selepas Magrib, Warga di Grobogan Kaget Lihat Sosok Hangus di Tumpukan Sampah
Kobaran api yang membumbung tinggi mematik rasa penasaran warga desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Kurniawati Hasjanah
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kobaran api yang membumbung tinggi mematik rasa penasaran warga desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Beberapa warga yang kebetulan melintas di jembatan dekat kobaran api berasal, mencoba menghampiri.
TONTON JUGA:
Setelah dihampiri, ternyata kobaran api berasal dari tumpukan sampah daun-daun kering.
Saat melihat lebih dekat, betapa terkejutnya warga melihat ada sesosok laki-laki dalam bakaran tersebut.
Usut punya ust, laki-laki tersebut adalah Kakek bernama Salimin (80).
Kakek renta tersebut ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar di pekarangan rumahnya, Selasa (2/9/2020) malam.
• Buka Celana Korban Sebelum Dibuang ke Semak, Terungkap Aksi Keji Suami Kepada Istri Usai Dicaci Maki
Meski sudah sepuh, Kakek Salimin dikenal rajin dan kerap membersihkan halaman rumahnya dari daun-daun kering yang berjatuhan setiap sore.
Melansir Kompas.com, korban pertama kali ditemukan oleh tetangagnya secara tidak sengaja selepas waktu Magrib.
Saat itu terlihat kobaran api yang membumbung tinggi dari arah rumah korban.
Warga yang penasaran mendekat untuk melihat sumber api tersebut.

Setelah dicek rupanya ada jasad Kakek Salimin terpanggang di atasnya.
Desa Asemrudung seketika heboh dan melaporkan kejadian kepada perangkat desa.
"Saat diperiksa, korban diketahui sudah meninggal dunia dengan jasad hangus terbakar."
"Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian," kata Kapolsek Geyer, Iptu Danang Esanto, Rabu (2/9/2020).
Tidak lama kemudian, petugas dari Polsek Geyer dan Tim Inafis Polres Grobogan serta tim medis Puskesmas Geyer II tiba di lokasi kejadian.
• Nasib Pilu Bocah SD 10 Kali Dicabuli Tetangga, Berulang Kali Ngadu Tapi Orangtua Enggan Lapor Polisi
Luka Bakar 100 Persen
Dari hasil pemeriksaan medis, korban diketahui mengalami luka bakar serius hingga seratus persen.
"Dari pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban."
"Korban semula diduga lemas akibat menghirup banyak asap saat membakar sampah hingga akhirnya pingsan dan terbakar," ungkap Danang.
Berdasarkan keterangan dari para tetangga serta pihak keluarga, hampir setiap sore kakek renta tersebut selalu menghabiskan waktu untuk membakar sampah dari daun-daun bambu kering di sebelah barat rumahnya.
TONTON JUGA:
Sementara itu dari pihak keluarga korban sudah menerima insiden nahas tersebut dan menolak autopsi untuk jasad korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah kemudian diserahkan keluarga untuk langsung dimakamkan," sebut Danang.
Kasus Serupa
Istri Sedang Hamil Tua Tewas Terbakar
Terbakarnya satu rumah warga Kampung Pulo RT 11/RW 03, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara tak hanya merenggut dua nyawa.
Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono mengatakan Maimunah (35) yang tewas bersama suaminya, Iskandar (45) pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 22.55 WIB dalam keadaan hamil tua.
"Usia kehamilan pastinya saya belum tahu, tapi sekitar 7 bulan. Jadi sudah usia hamil tua, sekarang jasad keduanya masih di RSCM Jakarta Pusat," kata Darmo di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2019).
Meski penyebab pasti kebakaran belum diketahui karena masih dalam penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur.
Darmo membenarkan saat kejadian pasangan suami istri itu menyalakan lilin sebagai ganti penerangan karena terdampak pemadaman listrik.
• Banjir di Perum Pondok Gede Permai Mencapai 6 Meter
• Persija Jakarta Depak Edson Tavares dari Kursi Pelatih Macan Kemayoran
"Saat rumahnya kebanjiran ini korban sedang berlibur di Bandung. Ditelpon sama tetangganya kalau mobilnya terendam, langsung pulang," ujarnya.
Kelelahan menempuh perjalanan jauh dan membersihkan timbunan lumpur di rumah membuat keduanya langsung tidur tanpa mematikan lilin.
Beruntung saat kejadian anak pertama Iskandar dan Maimunah, VI (7) tak ikut bermalam di rumah sehingga selamat dari kobaran api.
"Anaknya selamat karena saat kejadian dititipkan ke kakeknya yang tinggal di Rusun Jatinegara. Sekarang masih sama kakeknya," tuturnya.
Lupa matikan lilin
Belum 24 jam sejak banjir merendam permukiman warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu surut, namun musibah kembali menimpa mereka.
Dua warga RT 11/RW 03 tewas di kediamannya pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 22.55 WIB lantaran tak sempat menyelamatkan diri saat kebakaran.
Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan kedua korban yakni Lis (45) dan Muna (35).
"Korban pasangan suami istri. Meninggal saat bagian lantai dua rumah dengan luas sekitar 8X6 meter persegi terbakar," kata Gatot di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (2/1/2020).
Saat api berkobar, mereka diduga sudah tertidur pulas karena lelah membersihkan rumah yang kebanjiran pada Rabu (1/12/2019) malam.
Gatot menuturkan hasil pemeriksaan personel Sudin PKP Jakarta Timur mendapati kebakaran di rumah Pasutri itu dipicu lilin.
Pasalnya aliran listrik di permukiman warga Kampung Pulo masih diputus guna mencegah musibah warga tersengat aliran listrik.
"Karena korban ketiduran setelah bersih-bersih rumah, lilinnya enggak dimatikan sehingga api merembet ke barang di sekitarnya," ujarnya.
• Bus TransJakarta Belum Beroperasi Normal Hari Ini, Cek Rutenya
• Sistem Ganjil Genap Kembali Diberlakukan di Ibukota Hari Ini
Beruntung upaya 35 personel Sudin PKP Jakarta Timur yang dikerahkan berikut tujuh unit mobil pompa berhasil mencegah api merembet ke rumah lain.
Proses pemadaman di rumah yang dihuni dua kepala keluarga yang dimulai sekira pukul 23.05 WIB dinyatakan rampung pada pukul 00.10 WIB.
"Untuk kerugian materilnya sekitar Rp 120 juta. Objek yang terbakar bagian lantai dua rumah, pemilik rumah atas nama Lis," tuturnya.
Sebelumnya, pada Rabu (1/1/2020) malam banjir dengan ketinggian sekitar 3 meter merendam permukiman warga RW 02 dan RW 03 Kampung Pulo.
Mereka mengungsi saat debit air Kali Ciliwung sudah meluap dari tanggul pembatas sekira pukul 18.00 WIB dan merendam Jalan Jatinegara Barat.
Sedikitnya 419 kepala keluarga sempat mengungsi ke sejumlah lokasi, banjir baru berangsur surut pada Kamis (2/1/2020) sekira pukul 10.00 WIB.