Virus Corona di Indonesia
Tak Pakai Masker di Jakarta Masuk Peti Mati, Di Sidoarjo Disuruh Doa di Makam Covid-19 Tengah Malam
Sejumlah langkah dilakukan aparat untuk mengurangi penularan Covid-19 di Indonesia. Contohnya doa di makam Covid-19 saat tengah malam.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah langkah dilakukan aparat untuk mengurangi penularan virus corona atau Covid-19 di Indonesia.
Sanksi pun diterapkan bagi pelanggar protokol kesehatan.
Mulai dari masuk peti mati, lalu masuk ke mobil jenazah lalu duduk di samping keranda mayat.
Hingga terakhir di Sidoarjo, para pelanggar protokol kesehatan disuruh duduk di atas makam Covid-19 untuk berdoa saat tengah malam.
TribunJakarta.com mengutip Surya dan TribunnewsBogor terkait dengan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.
Doa di Makam Covid-19

54 orang warga terjaring razia protokol kesehatan yang digelar di sejumlah tempat di Sidoarjo, Jumat (4/9/2020) malam.
Mereka rata-rata tidak pakai masker saat terkena razia.
Termasuk razia di seputaran Alun-alun Sidoarjo, kawasan Buduran, dan beberapa lokasi lain.
Semua yang terjaring razia itu dikumpulkan dan disuruh pakai rompi orange bertuliskan pelanggar protokol kesehatan.
Mereka lantas diangkut menggunakan truk menuju area makam Praloyo.
Seperti diketahui, makam di kawasan Lingkar Timur ini merupakan pusat pemakaman korban covid-19 di Sidoarjo.
Tengah malam, sekira pukul 23.30 WIB sampai sekira 00.15 WIB, para pelanggar protokol kesehatan itu disuruh duduk di atas makam. Berpencar di setiap makam.

Awalnya, ada lampu penerangan di tengah area makam.
Kemudian lampu dimatikan dan mereka disuruh membaca doa untuk para almarhum yang sudah dimakamkan di sana.