Virus Corona di Indonesia
Tak Pakai Masker di Jakarta Masuk Peti Mati, Di Sidoarjo Disuruh Doa di Makam Covid-19 Tengah Malam
Sejumlah langkah dilakukan aparat untuk mengurangi penularan Covid-19 di Indonesia. Contohnya doa di makam Covid-19 saat tengah malam.
Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Muhammad Zulfikar
"Jadi itu inovasi ya petugas di lapangan," kata Ade Yasin kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).
• Siti Nur Azizah Daftar Cawalkot Tangsel di Hari Kelahiran, Pesan Maruf Amin, Rayakan di Kantor KPU
• Posisi Baim Wong Tergeser, Ternyata Sosok YouTuber Ini dengan Penghasilan Paling Banyak di Indonesia
• Jodoh Tak Pernah Salah Waktu, Kisah Devi Nikah Pakai Atribut Ojol Usai Tetiba Dimasukkan ke Grup WA
Menurutnya, jumlah petugas lapangan saat razia PSBB di Kabupaten Bogor mengalami keterbatasan.
Inovasi dilakukan agar pelanggar jera sekaligus bisa mencegah timbulnya kerumunan.
"Karena keterbatasan petugas, terus terang saja di beberapa wilayah kita melakukan penertiban lokasinya kurang leluasa. Ketika ada banyak pelanggar, kalau semua ditindak sesuai perbup, ini kan menimbulkan kerumunan, akhirnya petugas membagi zona dengan berbagai penerapan," kata Ade.
Selama hukumannya tidak menyakiti pelanggar, kata dia, hal itu tak jadi masalah.
Ambulans yang dipakai dalam sanksi unik tersebut pun, kata dia, juga bukan ambulans Covid-19, melain ambulans yang disediakan untuk edukasi.
"Selama tidak menyakiti saya pikir itu tidak masalah yang penting tujuannya edukasi, akhirnya mereka terus pakai masker. Itu termasuk ke dalam tindakan sosial, ada yang nyapu jalan dan sebagainya kan. Kalau enggak tindakan sosial, kita kenakan denda," kata Ade Yasin. (TribunJakarta.com/Surya/TribunnewsBogor)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Tak Pakai Masker, Warga Sidoarjo Dihukum Berdoa Tengah Malam di Makam Korban Covid-19,