Breaking News:

Ucapan Puan Maharani Berbuntut Panjang, Fadli Zon Bereaksi Singgung Soal 3 Pahlawan Asal Minang

Ucapan Puan Maharani yang menjadi polemik itu disampaikan saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar yang didukung oleh PDIP.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Rr Dewi Kartika H
Eno/Man (dpr.go.id)/Instagram @fadlizon
Puan Maharani - Fadli Zon 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pernyataan Puan Maharani terkait Sumatera Barat berujung panjang.

Terbaru, politisi Partai Gerindra Fadli Zon bereaksi keras menanggapi ucapan putri Megawati itu.

Ucapan Puan Maharani yang menjadi polemik itu disampaikan saat pengumuman cagub-cawagub Sumbar yang didukung oleh PDIP.

Dalam acara tersebut, Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP ini menyampaikan harapan agar Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila.

TONTON JUGA:

Reza Artamevia Minta Maaf Karena Ditangkap Narkoba, Intip Momen Hangatnya Bersama Zahwa & Aaliyah

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" tegas Puan Maharani pada Rabu (2/9/2020).

Lebih lanjut, Puan menuturkan harapannya pada provinsi Sumatera Barat.

FOLLOW JUGA:

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila," imbuh Puan Maharani.

Ucapan Puan Maharani itu bergulir bak bola salju.

Sejumlah tokoh Sumbar menyatakan keberatan dan mengkritik apa yang disampaikan putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut.

Mengapa Sejumlah Pekerja Belum Terima Subsidi Gaji? Ini Penjelasan Menaker

Kabar terkini, mantan wakil ketua DPR Fadli Zon turut bersuara.

Fadli menilai, orang Sumatera Barat mempunyai peran besar dalam mendirikan negara.

Fadli Zon menjelaskan, seharusnya Kota Bukittinggi mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat karena pernah menjadi basis perjuangan masa kemerdekaan.

Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024 yang ditetapkan dalam rapat paripurna perdana DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019).
Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024 yang ditetapkan dalam rapat paripurna perdana DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2019). (Tribunnews/Jeprima)

"Saya melihat orang Sumbar itu dari dulu punya independensi cukup tinggi, egaliter, tidak bisa diatur dengan mudah, harus diyakinkan dengan memenangkan hati dan pikirannya," tegas Fadli Zon ditemui TribunPadang (grup TribunJakarta) pada Minggu (6/9/2020).

Fadli Zon menyatakan, memenangkan hati dan pikiran orang Sumbar tidak mudah apalagi dibeli dengan uang.

Lebih Pilih Fahri Hamzah Daripada Fadli Zon, Alasan Yunarto Wijaya Buat Helmy Yahya Tertawa Ngakak

Hal itu sudah menjadi karakter jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Karakter itu sulit untuk diubah, dan pernyataan (Puan, red) itu mungkin maksudnya tidak ada niat jelek. Sayangnya tidak diralat dengan cepat," jelas Fadli Zon.

Rekan Fahri Hamzah itu menyatakan, jika diralat lebih cepat dan akan lebih memudahkan untuk klarifikasi.

Fadli Zon
Fadli Zon (YouTube/Najwa Shihab)

Pernyataan itu dinilainya membangkitkan semacam rasa etnonasionalisme.

"Karena orang Minang ini secara sejarah, punya banyak peran sejarah di masa lalu. Setidaknya ada tiga yang ikut merumuskan pancasila dari sini, Mohammad Hatta, M Yamin, Agus Salim," papar Fadli Zon.

Fadli Zon bahkan menyatakan, pahlawan nasional yang jumlahnya hampir 15 persen dari keseluruhan tokoh pahlawan nasional.

Kisah Asmara Devi Kenalan di Grup WA Berujung Perlaminan, Nikah Pakai Atribut Ojol

Meski demikian, bukan berarti tidak ada kontribusi dari yang lain, tetapi kebetulan di masa itu banyak sekali peranan tokoh Minang.

FOLLOW JUGA:

Fadli Zon menyatakan, majalah Tempo pernah membuat serial 4 pendiri republik dan 3 di antaranya orang Minang.

"Saya selalu mengatakan secara provokatif, berarti negara Indonesia ini sahamnya 75 persen orang Minang. Saya termasuk orang yang menginginkan Bukittinggi menjadi kota perjuangan," terang Fadli Zon.

Pilkada 2020 Digelar di Tengah Pandemi, Yunarto Wijaya Ungkap Tantangannya: Petahana Diuntungkan

Hal itu agar Bukittinggi diperhatikan khusus, seperti halnya Surabaya dijuluki Kota Pahlawan.

"Jadi kalau kota perjuangan Bukittinggi, maka dia punya saham dan anggaran dari pusatnya harusnya spesial," ucap Fadli Zon.

Bukittinggi,lanjut Fadli, memiliki peran yang sangat krusial karena pernah menjadi ibukota negara pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

"Alasannya cukup jelas, karena di Sumatera Barat pernah menjadi kekuatan negara di saat sangat-sangat krusial. Kalau tidak ada PDRI, tidak ada namanya Republik Indonesia lagi," tegas Fadli Zon.

Hal itu menjadi alasan menurutnya ada perhatian khusus bagi Bukittinggi, Sumatera Barat.

PKS Minta Puan Maharani Minta Maaf

 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PKS Handi Risza menyikapi pernyataan Puan yang meminta Provinsi Sumbar mendukung negara Pancasila.

"Kami meminta Mbak Puan mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa ini," papar Handi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2020).

"Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI," tutur Handi.

Handi menyebut Puan yang saat ini sebagai ketua DPR seakan lupa terhadap sosok pendiri bangsa dan penggagas Pancasila yang berasal dari Sumbar seperti Bung Hatta, Sutan Syahril, dan Tan Malaka.

"Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," papar Handi yang berasal dari Sumbar.

Saat PDI Perjuangan mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada Sumatera Barat, Puan menyelipkan harapan kepada provinsi tersebut.

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila. Bismillahirahmannirrahim," ucap Puan.

Diketahui, PDIP memajukan Mulyani dan Ali Mukhni untuk Pilgub Sumbar.

(tribunjakarta/tribunpadang)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved