Breaking News:

Mapolsek Ciracas Dirusak

Kondisi Pulih, Satu Korban Penyerangan Oknum TNI di Jakarta Timur Sudah Pulang dari RSPAD

Kondisi pengemudi mobil media ANTV, Husni Maulana, sudah membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD)

TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi mobil yang rusak diserang oknum anggota TNI AD di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (31/8/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kondisi pengemudi mobil media ANTV, Husni Maulana, sudah membaik setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat.

Husni Maulana merupakan korban penyerangan ratusan oknum TNI di kawasan Jakarta Timur, yang ketika itu terjadi insiden pengrusakan Polsek Ciracas.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD (Danpuspomad), Letjen Dodik Widjanarko, mengatakan perawatan Husni Maulana telah usai dilakukan secara intensif.

"Satu saksi korban penganiayaan Husni Maulana pengemudi mobil ANTV setelah pulih dan dirawat secara intensif di RSPAD Gatot Soebroto," kata Dodik, saat konferensi pers, di Mapuspomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

Kepala RSPAD Ungkap Kondisi Terkini Polisi yang Menjadi Korban Perusakan Polsek Ciracas

Polri Setuju Anggota Korban Penyerangan Polsek Ciracas Dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto

RSPAD Pastikan Jend (Purn) Djoko Santoso Tak Meninggal Karena Covid-19 

Husni Maulana telah keluar dari RSPAD tepatnya pada 12 September 2020 dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Korban sopir mobil ANTV telah sembuh dan keluar dari rumah sakit pada 12 September 2020. Kepadanya juga telah diberikan santunan dari KSAD," jelas Dodik.

Selain itu, total 65 oknum prajurit TNI ditetapkan tersangka atas penyerangan terhadap warga dan Polsek Ciracas.

Mereka dijadikan tersangka setelah hasil penyidikan yang dilakukan hingga Selasa (15/9/2020), terbukti terlibat pengrusakan kantor polisi tersebut.

"Tujuh oknum prajurit TNI AL berasal dari tiga satuan, satu orang oknum prajurit dari TNI AU, dan 57 oknum dari TNI AD," kata Dodik, saat konferensi pers, di Mapuspomad, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020).

"Pemeriksaan sebanyak 90 personel terdiri 38 satuan," lanjutnya.

Dodik menjelaskan, 33 personel dari matra Angkatan Darat telah dikembalikan kepada satuannya karena tak terbukti terlibat.

"Karena mereka hanya diperiksa sebagai saksi," jelas Dodik.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved