Jakarta Dikepung Banjir
Jelang Musim Hujan, Sodetan ke Waduk Tiu Cipayung Dinormalisasi
Pemkot Jakarta Timur segera melakukan normalisasi Waduk Tiu dan normalisasi di Kecamatan Cipayung yang digunakan mengurangi debit air Kali Sunter.
Penulis: Bima Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Pemkot Jakarta Timur segera melakukan normalisasi Waduk Tiu dan normalisasi di Kecamatan Cipayung yang digunakan mengurangi debit air Kali Sunter.
Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar mengatakan normalisasi dilakukan karena kondisi sodetan tidak berfungsi maksimal sehingga menyebabkan banjir.
"Ternyata ada sodetan lama tidak berfungsi. Karena itu kita akan fungsikan kembali dengan harapan saat Kali Sunter tinggi air bisa langsung masuk ke waduk Tiu," kata Anwar di Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2020).
Dampak tidak berfungsinya sodetan membuat permukiman warga yang dilintasi Kali Sunter kerap terdampak banjir, terlebih saat musim hujan.
Di antaranya permukiman warga Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, dan Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit.
"Dengan adanya normalisasi waduk dan sodetan kita optimis kedepan wilayah Jakarta Timur akan terbebas dari banjir, untuk saat ini setidaknya dapat mengurangi," ujarnya.
• Saluran Air Tersumbat karena Sampah Jadi Penyebab Banjir di Kota Tangerang
• BPBD DKI: 6 RT di Wilayah Jakarta Masih Tergenang Banjir
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Jakarta Timur Santo menargetkan perbaikan sodetan dari Kali Sunter ke Waduk Tiu rampung dalam sepekan.
Menurutnya ada kendala dalam proses pengerjaan karena akses masuk alat berat sehingga pengerjaan dilakukan secara manual oleh petugas.
"Sodetan tersebut panjangnya sekitar 100 meter dengan lebar 2 meter, dengan pengerjaan dikerjakan selesai seminggu dari hari ini," tutur Santo.