Kronologi Pria 23 Tahun Mengaku Dibegal Geng Motor, Polisi: Dia Korban Sekaligus Pelaku Tawuran
Polisi menyebut merupakan pelaku sekaligus korban tawuran yang terjadi di wilayah Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pemuda 23 tahun, MY, mengaku kepada polisi bahwa dirinya sebagai korban begal geng motor.
Sebabnya, dia mendapatkan luka bacok di bagian tubuhnya.
Polisi menyebut merupakan pelaku sekaligus korban tawuran yang terjadi di wilayah Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, menyatakan pihaknya akan mendalami kasus tersebut.
• Pelaku Tawuran di Gambir Berikan Keterangan Palsu Saat Ditolong Polisi ke RS Mengaku Korban Begal
• Polisi Pastikan Pelaku Tawuran di Gambir Jakarta Pusat bukan Geng Motor
"Ya, sebenarnya dia (MY) ini korban sekaligus pelaku juga," kata Heru, saat merilis kasus tersebut, di Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2020).
"Namun, kami masih melakukan pemeriksaan intensif karena (MY) masih dalam perawatan," lanjutnya.
Heru mengatakan, terdapat tiga pelaku yang menyerang MY dengan senjata tajam.
Di antaranya AS (18), MN (20), dan MDF (17) merupakan pelaku yang menyerang MY.
"Kalau dari kelompok (pelaku) ada enam orang. Tiga orang lagi masih kami cari," tambah Heru.
Heru menjelaskan, tiga pelaku tersebut berhasil ditangkap di Jalan Pintu Air III, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Saat waktu kejadian, para pelaku tawuran dari dua kelompok menggunakan sepeda motor.
Namun, Heru memastikan mereka bukan geng motor.
"Mereka sebetulnya bukan geng motor. Mereka geng biasa, cuma saat itu dia menggunakan motor, khususnya saat tawuran," kata Heru.
"Bukan berarti geng motor, mereka hanya kelompok kecil saja yang ingin menunjukan eksistensinya, dengan kelompok-kelompok yang lain," lanjutnya.
Para pelaku pun status naik sebagai tersangka.