Breaking News:

Narapidana China Kabur

Penuh Kejanggalan, Komisi III DPR Curigai Kerjasama Orang Dalam Napi Kabur dari Lapas Tangerang

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding yang menyebut kuat dugaan pelarian yang dilakukan Cai Ji Fa melibatkan orang dalam.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding saat mengunjungi Lapas Kelas I Tangerang setelah kasus kaburnya Cai Ji Fan narapidana kasus narkoba, Rabu (23/9/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kaburnya terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok, Cai Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, masih misteri.

Pasalnya, banyak yang menyangsikan tahanan itu bisa kabur melalui gorong-gorong lapas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan sampai saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap Cai Changpan.

Yusri menyatakan bahwa selain ikut membantu memburu Cai Changpan, Polda Metro Jaya juga turut serta menyelidiki ada tidaknya keterlibatan pihak lain yang membuat Cai Changpan berhasil kabur

Sementara itu, Komisi III DPR RI menduga kaburnya narapidana hukuman mati Cai Changpan alias Cai Ji Fan, 53, karena mendapat "blue print" Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang dari pejabat terkait.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sebut Belum Ada Bukti Petugas Terlibat Bandar Narkoba Kabur

Dugaan tersebut muncul dikarenakan dengan mudahnya bandar narkoba ini menggali lubang selama berbulan-bulan yang bisa tembus hingga ke saluran air pemukiman warga.

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding yang menyebut kuat dugaan pelarian yang dilakukan Cai Ji Fa melibatkan orang dalam.

Pasalnya, dengan mudahnya terpidana mati ini kabur dari dalam penjara dengan tahu letak bangunan dan kondisi tanah yang ada di bawahnya.

"Kalau kita melihat penggalian lubang oleh napi hukuman mati itu penuh dengan kejanggalan. Gali lubang kebawah dengan kedalaman 3 meter, diameter 1,5 meter, lalu panjang keluar sejauh 25 meter sampai 30 meter, itu sudah dirancang dengan baik. Pasnya lagi, bahwa di ujung galian keluar di ujung got perumahan," katanya, Selasa (29/9/2020).

Dari pelarian itu, Sarifuddin menilai hal itu sudah sangat terencana dengan baik dan matang dengan dukungan orang dalam. Pasalnya, bila memang tidak memiliki blue print, pastinya akan tersasar kemana-mana.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved