Baim Bocah Asal Bekasi Meninggal Dunia

Derita Tumor Ganas, Baim Tak Mengeluh Sakit Baru Ketahuan Saat Ibunda Lihat Benjolan di Perut

Baim, bocah viral mengigau sambil lantunkan Al-Quran saat terbaring di rumah sakit dikenali sebagai sosok yang pendiam dan tak pernah mengeluh.

ISTIMEWA/Dokumentasi Pemkot Bekasi
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menjenguk Baim di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Kamis, (24/9/2020) kemarin. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Muhammad Ibrahim Wafiq (10) alias Baim, bocah viral mengigau sambil lantunkan Al-Quran saat terbaring di rumah sakit dikenali sebagai sosok yang pendiam dan tak pernah mengeluh.

Baim meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, (30/9/2020) sekira pukul 02.30 WIB.

Ika Meinawati (35) mengatakan, Baim menderita tumor ganas bernama tumor wilms dan tumor PNET setelah hasil diagnosa dokter selama perawatan intensif.

"Hasil diagnosa tumor wilsm atau tumor ginjal, lalu setelah beberapa kemoterapi ada benjolan lagi di bagian perut hasil lab-nya mengatakan di tumor PNET," kata Ika.

Tumor yang diderita Baim baru benar-benar ketahuan sejak Mei 2020 lalu.

Awalnya Ika mencoba memandikan Baim ketika mengalami sakit cacar.

"Ketahuannya waktu itu dia abis cacar, saya mandiin dia terus saya lihat perutnya besar sebelah di bagian kiri," ungkap Ika.

Suasana haru saat pemakaman Baim di Makam Keluarga dekat rumah duka di Jalan Raya Seroja, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu, (30/9/2020).
Suasana haru saat pemakaman Baim di Makam Keluarga dekat rumah duka di Jalan Raya Seroja, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu, (30/9/2020). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Dari situ, Ika langsung mengantarkan Baim ke Rumah Sakit Awal Bros Bekasi untuk dilakukan CT Scan.

Hasilnya, Baim didiagnosa menderita tumor yang kondisinya cukup parah yakni, stadium tiga.

"Hasil CT scan dia ada tumor wilms, di benjolan sebelah kiri perutnya itu, kata dokter tumornya sudah stadium tiga," ungkap Ika.

Selama ini, Baim tidak pernah cerita ke orangtuanya terkait benjolan yang ada pada perutnya.

Sosok Baim memang dikenal pendiam dan tidak pernah mengeluh walaupun sedang dalam keadaan sakit.

"Enggak, anaknya enggak pernah mengeluh, diam aja dia, merasakan sakit juga enggak pernah selama ini, baru ketahuan pas bulan Mei itu aja," tutur Ika.

Tumor yang berkembang di tubuh Baim diduga sudah ada sejak lama, bocah berusia 10 tahun ini berusaha melawan hingga kondisi fisiknya melamah.

"Kalau untuk tumor itu bawaan dari bayi. Di usia 2-3 tahun. Paling waktu itu hanya sebesar menirlah," ucapnya.

"Belum terdeteksi karena kecil, kan dengan pertumbuhan, badannya membesar, tumornya juga ikut membesar," tambahnya.

Tanda-tanda penurunan kondisi fisik Baim terlihat dari nafsu makamnya yang menurun, lemas dan sering merasa mual.

"Akhir Mei bulan puasa sudah keliatan nggak nafsu makam badannya lebih kurus dari biasanya, lemes terus sering mual," kata Ika.

Isak Tangis Warnai Pemakaman Baim

Muhammad Ibrahim Wafiq (10) alias Baim yang viral melantunkan Al-Quran saat terbaring di rumah sakit tutup usia pada Rabu (30/9/2020).

Baim menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta sekira pukul 02.30 WIB.

Jenazah Baim dibawa dari RSPAD Gatot Soebroto ke rumah duka di Jalan Raya Seroja, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Pantauan TribunJakarta.com di rumah duka, keluarga dan tamu pelayat mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya bocah penghafal Al-Quran tersebut.

Sekira pukul 11.30 WIB, pihak keluarga dan tetangga sekitar membawa keranda berisi jenazah Baim ke musala dekat kediman untuk melangsung proses salat jenazah.

Lantunan doa berkumandang untuk mengiringi kepergian bocah berusia 10 tahun yang bercita-cita sebagai penghafal Al-Quran.

Setelah prosesi salat jenazah, pihak keluarga selanjutnya membawa Baim ke pemakaman keluarga tidak jauh dari rumah duka.

Isak tangis langsung pecah ketika jenazah Baim mulai dikebumikan.

Terlebih kedua orangtua Fajar Primandina Hasan (34) dan Ika Meinawati (35).

Tangis haru tak bisa dibendung dari wajah kedua orangtua ketika melepas kepergian putra pertamanya tersebut.

Ika sang Ibu mengatakan, Baim mulai mengalami kritis sejak semalam dan kondisinya terus memburuk hingga dini hari.

"Kondisinya langsung drop mendadak, dua jam setengah 12 sekitar jam 2 (dini hari) sudah meninggal," kata Ika.

Tanda-tanda Baim mengalami kritis terlihat dari pernafasannya yang mulai tidak stabil, lalu ia mulai tidak sadarkan diri.

"Pernafasannya udah naik turun, lama-lama jantung dan kesadarannya menurun," terang Ika saat dijumpai di rumah duka.

Abu Umar (27), guru mengaji Baim mengatakan, video yang viral ketika Baim tengah melantunkan ayat suci Al-Quran terjadi saat kondisi bocah berusia 10 tahun tengah mengigau.

Baim, Bocah Viral Lantunkan Al-Quran Saat Terbaring di Rumah Sakit Didiagnosa Mengidap Tumor Ganas

Isak Tangis Warnai Pemakaman Baim, Bocah yang Viral Lantunkan Al-Quran Saat Terbaring di Rumah Sakit

"Baim pada saat bacakan itu (seperti di video) dia sedang mengigau," ucap Umar.

"Jadi kalau memang kita sedang mengingat suatu hal kemudian dikondisi mengigau kita nah itulah yang kita keluarkan karena kita terbiasa," kata Umar.

Bocah yang saat ini duduk di bangku kelas lima sekolah dasar merupakan penghafal Al-Quran.

Sejauh ini, ia sudah mengusai juz ke 30 dan sudah diwisuda sejak 2019 lalu.

"Untuk tahun kemarin Baim sudah hafal juz ke 30 dan sudah diwisuda, untuk tahun ini 2020 beliau masuk ke juzz 29-nya," tuturnya.

Video yang viral di media sosial itu lanjut Umar, merupakan bacaan Al-Quran Surah Al-Mulk pembuka dari juz ke 29 yang tengah dihafal Baim.

"Itu (bacaan di video yang viral) surah Al-Mulk, untuk hafalan dia itu sudah sampai Al-Haqqah tiga surah di juz 29," terang Umar.

Sakit yang diderita Baim membuat aktivitasnya di Rumah Quran Az-Zahra terhenti, dia terpaksa harus menjalani perawatan serius di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

"Kurang lebih tiga atau empat bulan terakhir (sudah tidak mengaji di Rumah Quran Az-Zahra), awal awal pandemilah ya kira-kira," terang Umar.

Adapun Baim menekuni ilmu menghafal Al-Quran sejak kurang lebih empat tahun terkahir, kegiatannya di Rumah Quran Az-Zahra dilakukan setiap akhir pekan.

"Baim itu dari kecil dari TK-nya di sini kemudian dia lanjut ke rumah quran-nya untuk tahfidz, sekitar tiga atau empat tahunan kira-kira," tuturnya.

"Memang kegiatan kita Sabtu dan Ahad, untuk Senin sampai Jumatnya Baim sekolah di tempat lain di sekokah formal," terang Umar.

Pesan Baim untuk Orangtuanya

Semasa masih terbaring di RSPAD Gatot Soebroto, Baim masih sempat memberikan pesan untuk kedua orangtuanya.

Menurut Umar, sebulan lalu dia bersama para ustaz menjenguk Baim di kediamannya.

"Bulan kemarin kami silaturahmi jenguk Baim pas lagi di rumah, alhamdulillah (waktu itu) dia kondisinya membaik dan dia pulang, nah itu alhamdulillah kita bisa ketemu beliau," kata Umar pada Jumat (25/9/2020).

Ia melihat Baim pribadi yang dewasa. Saking dewasanya ia mengaku sudah ikhlas menerima ujian berat dengan sakit yang dideritanya.

"Pas kemarin ketemu yang kondisi dia udah sakit nah itu dia bilang dia ikhlas nerima itu semua," ungkapnya.

Bahkan, kedua orangtuanya juga dipesan oleh Baim agar tetap tegar dan kuat memghadapi ujian putra pertamanya menderita sakit parah.

"Dia bilang ke orang tuanya 'ayah dan ibu, Baim sudah ikhlas, ayah dan ibu juga harus ikhlas dan kuat.' Malah dia yang menguatkan ayah dan ibunya," tutur Umar.

Baim kerap membaca salawat, zikir serta takbir meski kondisi tubuhnya lemas di atas ranjang rumah sakit.

"Iya sering katanya, enggak cuma itu saja dia sering solawatan, zikir," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved