Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Perjuangkan Kesejahteraan Lansia, Begini Siasat Sumilir Wijayanti Hadapi Tantangan

Cita-cita Sumilir dalam upaya menyejahterakan masyarakat, terutama lansia, hingga saat itu belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Editor: Kurniawati Hasjanah
dok. Program Peduli Asia Foundation
Sumilir Wijayanti perjuangkan kesejahteraan lansia 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Sumilir Wijayanti (43) memperjuangkan regulasi untuk kelompok inklusi di Surakarta.

Sumilir sehari-sehari merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Daerah Surakarta.

Ia mengawali kariernya sebagai PNS sejak 1999 hingga akhirnya ditugaskan sebagai Kepala Subbidang Sosial, Budaya, dan Pemerintah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Surakarta

Keinginan untuk memperjuangkan regulasi untuk kelompok inklusi itu dimulai ketika ia merasa bidang tersebut belum mendapatkan perhatian pemerintah. 

TONTON JUGA:

Perjuangannya dalam mewujudkan hal tersebut rupanya tidak semulus yang diharapkan.

Hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya dana dan belum adanya anggaran dari Pemerintah Daerah Surakarta.

Namun, hambatan tersebut tentu tidak mematahkan semangat Sumilir. 

Kisah Suyatmi, Suami Ditahan Karena Dianggap PKI, Dipandang Sebelah Mata & Berjuang Hidupi Anak

Dalam proses perintisan program, ia berjumpa dengan teman-teman dari kelompok Ketoprak Srawung Bersama (KSB).

Dari perbincangan tersebut, didapatkan kesepakatan untuk melakukan kerja sama dalam isu lansia.

FOLLOW JUGA:

Selain isu lansia, ia juga memperjuangkan pemberdayaan perempuan dan anak, inisiasi penanggulangan kemiskinan, dan pendampingan disabilitas.

Perintisan berbagai program tersebut tidak hanya bekerja sama dengan komunitas, tetapi juga dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan para mahasiswa yang memiliki fokus isu pada masing-masing program. 

Beberapa program rintisan yang telah berjalan antara lain adalah pemberdayaan perempuan dan anak, pemberdayaan penyandang disabilitas, dan penanggulangan kemiskinan.

Garnier Green Beauty Ajak Konsumen Daur Ulang Sampah, Cukup Unduh Aplikasi Ini!

Untuk isu perempuan dan anak, program tersebut telah diimplementasikan sejak 2009 yang bekerja sama dengan LSM Peduli Perempuan dan Anak.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, dan penelantaran anak yang cukup banyak.

Dalam hal ini, fokus pemda setempat adalah perlindungan perempuan dan anak agar mereka bisa terbebas dari risiko kekerasan.

Pada awal program, kerja sama yang dilakukan masih sebatas antara pemerintah daerah dan LSM.

"Saat ini,program sudah mulai tertata dan terintegrasi dengan baik sehingga mampu melibatkan banyak pihak di dalamnya," terang Sumilir kepada TribunJakarta pada Rabu (30/9). 

Kemudian untuk isu kemiskinan, pengolahan database sudah lebih baik dan yang masih menjadi pekerjaan pemerintah adalah optimalisasi pengolahan program.

Beasiswa Riset Pemerintah Turki untuk Peneliti dan Dosen Dibuka, Berikut Link Pendaftarannya

Program pemberdayaan disabilitas pun telah mendapatkan Perda dan Perwali.

Pekerjaan rumah lain yang berkaitan dengan pemberdayaan disabilitas adalah bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan daerah dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam mewakili kepentingan mereka. 

Sementara itu, program yang belum terimplementasikan adalah program mengenai pemberdayaan kesejahteraan lansia.

Menurut Ibu Sumilir, lembaga yang secara khusus menjalankan upaya kesejahteraan lansia belum ada di Kota Surakarta.

"Selama ini, lembaga yang mewakili kepentingan lansia masih bentukan dari pemerintah dan masih baru di Surakarta, yaitu sekitar 2-3 tahun," ujarnya. 

Selain itu, Sumilir juga memperjuangkan adanya regulasi daerah yang mengatur tentang layanan untuk lansia yang lebih spesifik dan terintegrasi, seperti pemenuhan layanan kesehatan, pelayanan publik, dan lain-lain. 

Hingga saat ini, implementasi pemerintah terkait program-program tersebut adalah sudah adanya tim advokasi difabel, lembaga rehabilitasi difabel yang dimiliki oleh pemerintahan pusat dan terletak di Surakarta, Panti Yayasan Anak Cacat, dan pengembangan sekolah inklusi di setiap kecamatan.

Untuk program kesejahteraan lansia, adanya pos lansia yang terdapat di beberapa RW menjadi wadah bagi para lansia untuk dapat memenuhi hak-hak mereka. 

Pendaftaran Beasiswa S2 Leiden University Dibuka, Apa Saja yang Didapat?

Dalam melaksanakan program-program tersebut, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, antara lain adalah masih terdapat komunitas difabel yang belum berpartisipasi secara aktif dalam proses penyampaian aspirasi sehingga baru sebagian komunitas yang dapat secara aktif terlibat dalam pembangunan daerah.

SIMAK VIDEONYA:

Sementara itu, dalam pelaksanaan program kesejahteraan lansia, permasalahan awal yang dihadapi berkaitan dengan tidak adanya anggaran untuk implementasi program. 

"Untuk mengatasinya, saya berinisiatif untuk bekerja sama dengan komunitas Ketoprak Srawung Bersama (KSB) dan bersamaan dengan hal tersebut, Program Pandu Inklusi Nusantara hadir dan menjadi pintu masuk dalam membantu mewujudkannya," terang Suyatmi.

Berkat Program Peduli, Sumilir terbantu dalam proses pengajuan anggaran untuk implementasi program kesejahteraan lansia.

Terbukti, saat ini telah dikeluarkan Peraturan Walikota tentang kesejahteraan lansia dan adanya anggaran dari pemerintah daerah untuk program lansia. 

Kisah Kakek Saimi, Pernah Rasakan Kekejaman PKI hingga Menangis saat Bangun Monumen Pancasila Sakti

Pencapaian yang selama ini telah diraih Sumilir antara lain adalah pemberdayaan dan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual, baik perempuan maupun anak-anak; partisipasi aktif para penyandang disabilitas yang mulai meningkat, seperti kemudahan akses publik bagi para penyandang disabilitas dan pengembangan sekolah inklusif; serta pemberdayaan kesejahteraan lansia pada tingkat RW yang juga mengalami peningkatan yang signifikan. Selain itu, advokasi dan peraturan walikota tentang kesejahteraan lansia juga sudah disahkan.

Tak hanya itu, peraturan daerah untuk penyandang disabilitas dan perlindungan terhadap perempuan dan anak juga sudah ada. 

Melalui program-program tersebut,  Sumilir berharap dapat memperjuangkan peraturan walikota tentang kesejahteraan lansia untuk menjadi peraturan daerah pada 2019.

Ia juga berharap agar masyarakat menjadi lebih peduli terhadap kesejahteraan kelompok inklusi yang ada di Surakarta. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved