Breaking News:

Tiga Santri di Pamulang Dianiaya Guru

Santri Korban Aniaya Guru Terluka di Punggung dan Kepala, Kapolsek Pamulang: Dipukul Rotan

Tiga santri sebuah pondok pesantren di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, menderita luka di bagian tangan, punggung hingga kepala.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, di Kantornya, Pamulang, Tangsel, Senin (12/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Tiga santri sebuah pondok pesantren di Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), menderita luka di bagian tangan, punggung hingga kepala.

Luka dialami para santri setelah mendapat hukuman dari gurunya.

"Kejadian di Pesantren Ummul Quro. Ada yang di tangan, di belakang, sama di bagian kepala ada bekas lukanya," ujar Kapolsek Pamulang, di kantornya, Senin (12/10/2020).

Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, mengatakan, luka tersebut akibat pukulan menggunakan rotan maupun tangan kosong.

"Pemukulan dengan tangan kosong juga, dan menggunakan rotan," ujarnya.

Supiyanto menjelaskan, pemukulan itu terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari, Kamis (1/10/2020).

Saat itu, ketiga santri yang masih di bawah umur itu dianiaya sebagai maksud hukuman karena melanggar peraturan, yakni membawa ponsel ke dalam pondok.

Supiyanto mengungkapkan, hukuman pukulan itu bukan kali peryama diterima ketiga santri.

"Kejadiannya tidak hanya pada malam itu saja. Di setiap ada pelanggaran, terangka melakukan itu. Jam tiga subuh habis salat tahajud," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved