Breaking News:

Cegah Kecelakaan, PT KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasi Disiplin Berlalu Lintas

PT KAI Daop I Jakarta menyosialisasikan tentang cara disiplin berlalu lintas, di Perlintasan Kereta Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
PT KAI Daop I Jakarta menyosialisasikan tentang cara disiplin berlalu lintas, di Perlintasan Kereta Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - PT KAI Daop I Jakarta menyosialisasikan tentang cara disiplin berlalu lintas, di Perlintasan Kereta Stasiun Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2020) siang.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sejumlah orang dari pihak PT KAI Daop I Jakarta memegang spanduk bertuliskan kalimat imbauan.

"Stop, tengok kanan-kiri sebelum melintas," begitu tulisan dalam spanduk tersebut.

Deputy EVP 1 Daop I Jakarta, Yuskal Setiawan, mengatakan hal ini dilakukan lantaran sejak Januari hingga September 2020, telah terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

"Sejak Januari hingga September 2020 telah terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api," jelas Yuskal, saat diwawancarai awak media, di lokasi.

"Data koban meninggal empat orang, luka berat enam orang, dan luka ringan 10 orang," lanjutnya.

Baca juga: Demo Anarkis di Kota Tangerang, Polisi Selidiki Keterlibatan Anarko

Baca juga: Putus Mata Rantai Covid-19, BPKP Hadirkan Laboratorium Mini Untuk Swab

Karena itu, Yuskal mengimbau para pengendara kendaraan bermotor agar menaati rambu-rambu pada perlintasan kereta.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan agar menaati rambu-rambu yang ada. Waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," imbaunya.

Dia menuturkan, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

"Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan, dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar," tutur Yuskal.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved