Breaking News:

Kunjungan Prabowo ke Pentagon Tuai Kontroversi, Media Amerika: Setelah 2 Dekade Dilarang Datang

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Amerika Serikat (AS), di Pentagon.

Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Prabowo Subianto saat tiba di Polda Metro Jaya untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma, Senin (20/5/2019) malam. 

Dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV, The New York Times menyebut selama dua dekade, Prabowo telah dilarang mengunjungi AS. Namun kini hal itu dicabut.

Pelarangan tersebut terjadi di masa Presiden Bill Clinton, George W. Bush hingga Barack Obama.

Menurut media itu ini membuktikan pentingnya Indonesia sebagai sekutu AS yang berpotensi penting melawan China, terutama di Laut China Selatan (LCS).

Namun di sisi lain, kata The New York Times ini menandakan degradasi hak asasi manusia ke masalah diplomatik kecil.

Baca juga: Indadari Muntah Darah Disebut Keluarga Kena Santet, Ditemukan Kafan Berisi Benda yang Bikin Ngeri

Media itu juga memuat klaim bahwa Prabowo menyewa pelobi Washington James N. Frinzi untuk mewakilinya mendapatkan visa ke AS.

Informasi ini sesuai dengan formulir yang diajukan oleh Frinzi berdasarkan Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing AS.

Namun dokumen tersebut tidak memberikan informasi tentang tujuan lobinya.

Isi Lengkap Surat Sejumlah organisasi pengawas hak asasi manusia (HAM)

Dalam surat tersebut mengatakan bahwa Prabowo merupakan seorang mantan jenderal Indonesia yang sudah dilarang untuk memasuki wilayah Amerika Serikat sejak 2000 karena tuduhan keterlibatannya secara langsung dalam pelanggaran HAM.

Saat bertugas sebagai Komandan Pasukan Khusus (Kopassus), Prabowo diduga terlibat dalam kejahatan HAM, termasuk penculikan aktivis pro-demokrasi selama beberapa bulan menjelang berakhirnya pemerintahan Soeharto pada 1998.

Halaman
123
Penulis: Rr Dewi Kartika H
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved