Breaking News:

Penangkapan Aktivis KAMI

Polisi Sebut 3 Tokoh KAMI Ditangkap karena Diduga Menyebar Ujaran Kebencian di Media Sosial

Tiga orang tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap aparat kepolisian.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Para tersangka kasus penghasutan terkait kerusuhan demo Omnibus Law UU Cipta Kerja saat dirilis di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Tiga orang tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap aparat kepolisian.

Ketiganya adalah Jumhur Hidayat, Syahganda Nainggolan, dan Anton Permana.

Mereka ditangkap karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Jumhur Hidayat misalnya, yang mem-posting ujaran kebencian di akun Twitter-nya.

"Tersangka JH di akun twitternya salah satunya menulis Undang-Undang memang untuk primitif, investor dari RRC, dan pengusaha rakus," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Kamis (15/10/2020).

Postingan Syahganda Nainggolan di Twitter juga dianggap tidak sesuai antara foto dengan keterangan yang ditulis.

"Dia menyampaikan di Twitter-nya. Salah satunya, menolak Omnibus Law, mendukung demo buruh. Modusnya ada foto, kemudian dikasih tulisan, dikasih keterangan yang tidak sama dengan kejadiannya," ujar Argo.

Baca juga: Besok Jakarta Islamic Centre Akan Kembali Gelar Salat Jumat, Jemaah Harus Isi Buku Tamu

Baca juga: Polri: Tersangka Penghasutan Demo Omnibus Law Kumpulkan Uang Logistik Lewat WAG

Sementara itu, salah satu deklarator KAMI ditangkap karena unggahan di Facebook dan Youtube.

Di dua platform media sosialnya, Anton menyebut NKRI sebagai kepanjangan dari Negara Kepolisian Republik Indonesia.

"Dia sampaikan di FB dan Youtube banyak sekali. Misalnya multifungsi polri melebihi dwifungsi ABRI NKRI jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia," terang Argo.

Anton juga menyebut bahwa disahkan Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah bukti negara telah dijajah.

"Disahkan UU Cipta Kerja bukti negara telah dijajah. Dan juga negara tak kuasa lindungi rakyatnya, negara dikuasai cukong, VOC gaya baru," sebut Anton seperti disampaikan Argo.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved