Breaking News:

Uni Eropa dan Yayasan Penabulu Luncurkan ECHO Green

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, proyek yang baru diluncurkan ini bekerjasama dengan sejumlah Kementerian Indonesia.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Konferensi pers daring peluncuran proyek ECHO Green, Jumat (16/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM – Yayasan Penabulu bersama Konsorsium pendukung Sistem Hutan Kerakyatan (KpSHK), Konsil LSM Indonesia, dan ICCO Cooperation, hari ini meluncurkan proyek bertajuk Promoting Green Economic  Initiatives  by  Women  and Youth Farmers in the Sustainable Agriculture Sector in Indonesia (ECHO Green).

Bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia, proyek yang baru diluncurkan ini bekerjasama dengan sejumlah Kementerian Indonesia.

Sejumlah Kementerian tersebut diantaranya adalah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/ BAPPENAS), Kementerian PPPA, Kementerian  Desa,  Daerah  Tertinggal,  dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Direktur Yayasan Penabulu, Eko Komara, mengatakan, proyek ini mendapat dukungan dana dari Uni Eropa sebesar Rp 16,6 miliar.

“Proyek ECHO Green akan meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), dan sektor swasta untuk memperkenalkan praktik pertanian berkelanjutan dan untuk memastikan keterlibatan perempuan dan petani muda dalam perencanaan tata ruang dan penggunaan lahan,” katanya dalam konferensi pers secara daring, Jumat (16/10/2020).

Eko Komara menjelaskan, proyek yang sejatinya sudah berjalan ini memberi dukungan teknis pada 120 CSO, 100 petani perempuan, 100 petani muda, dan 100 desa di delapan Kecamatan yang ada di  tiga Kabupaten di Indonesia.

“Tiga Kabupaten  yaitu Padang Pariaman  (Sumatera Barat), Grobogan (Jawa Tengah), dan Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat),” katanya.

Lanjut Eko, ECHO Green juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) di daerah-daerah.

Menurutnya, perempuan  dan kaum muda memiliki  peran  penting  dalam  bidang  pemberdayaan sumber daya manusia,  serta menjadi motor pembangunan di era teknologi informasi 4.0.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved