Buronan Cai Changpan Gantung Diri

Kisah Tragis Pelarian Terpidana Mati Cai Changpan, 33 Hari Jadi Buronan hingga Gantung Diri di Hutan

Setelah 33 hari menjadi buronan polisi, terpidana mati Cai Changpan ditemukan tewas gantung diri di Hutan Jasinga.

IST VIA KOMPAS
Cai Changpan, napi kabur dari Lapas Tangerang. 

Saat jasad dibawa masuk ke Instalasi Forensik mereka ikut mendampingi petugas medis RS Polri Kramat Jati yang bertugas mengautopsi.

Hingga siang ini, Tim Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih lakukan autopsi pada jasad napi Lapas Kelas I Tangerang, Cai Changpan.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Arif Wahyono mengatakan, sejauh ini jasad masih dalam proses autopsi.

"Jenazahnya masih kami periksa. Intinya masih dalam pemeriksaan dan hanya itu yang bisa kita sampaikan sejauh ini," katanya kepada TribunJakarta.com, Minggu (18/10/2020).

Kendati begitu, Arif memastikan bila terdapat luka pada bagian leher Cai Changpan.

Namun, ia belum bisa memberikan keterangan resmi terkait luka tersebut.

"Iya benar ada luka pada bagian leher. Tapi masih kami periksa apakah jeratan atau apa. Tapi yang jelas benar ada luka dibagian leher," jelasnya.

Sekilas Sosok Cai Changpan

Changpan mengaku hanya disuruh menyimpan mesin kompresor kiriman dari luar negeri yang ternyata berisi sabu.

Untuk setiap koligram sabu, Changpan mendapat keuntungan Rp 4 juta. Sehingga jika ditotal, uang yang harusnya didapat Changpan mencapai lebih dari Rp 500 juta jika misinya mengedarkan narkoba di Indonesia lancar.

Namun, polisi sudah mengendus pergerakan sindikat narkoba ini.

Cai Changpan pun ditangkap pada 26 Oktober 2016 lalu di Jalan Raya Perancis, Dadap Kosambi Timur, Tangerang bersama barang bukti 20 kilogram sabu.

Setelah ditangkap, akhirnya terkuak tempat Changpan biasa menyembunyikan barang haram yang dia jadikan bisnis tersebut, tepatnya di Kampung Panaragan, Desa Pasir Kecapi, Maja, Kabupaten Lebak Banten.

Tempat itu semula adalah pabrik ban yang sudah lama tidak ada aktivitas.

Namun, menurut keterangan pekerja yang dibayar Changpan, suatu hari ada sebuah truk yang mengangkut mesin kompresor.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved