Sisi Lain Metropolitan

Jadi Korban Adu Banteng Kereta, Blok Makam Tragedi Bintaro 1987 di TPU Kampung Kandang Bebas Iuran

TPU Kampung Kadang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memiliki blok khusus untuk para korban Tragedi Bintaro 1987.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang di blade Tragedi Bintaro 1987, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - TPU Kampung Kadang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memiliki blok khusus untuk para korban Tragedi Bintaro 1987.

Pengawas TPU Kampung Kandang, Wiyono, mengatakan blok khusus itu bebas iuran makam.

Iuran yang harus dibayarkan per tiga tahun itu tidak dibebankan kepada pihak keluarga korban.

Selama ini, ia tidak pernah memberikan surat pengantar atau rekomendasi pembayaran kepada mereka.

"Kalau untuk tragedi bintaro bebas. Saya enggak pernah memberikan surat rekomendasi untuk diteruskan ke pihak kelurahan," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Senin (19/10/2020).

Jelang bulan puasa

Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang di blade Tragedi Bintaro 1987, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2020).
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang di blade Tragedi Bintaro 1987, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, terdapat sebuah blok khusus untuk Tragedi Bintaro 1987 yang dibuat oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kebanyakan dari makam itu tak bernisan.

Hanya ada tiga nisan bernama dan tiga lagi tanpa nama.

Menurut Pengawas TPU Kampung Kandang, Wiyono (52), peziarah dari keluarga atau kerabat jarang mengunjungi makam itu.

Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang di blade Tragedi Bintaro 1987, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2020).
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang di blade Tragedi Bintaro 1987, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Senin (19/10/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Biasanya, mereka datang saat menjelang bulan Ramadan atau Hari Raya Lebaran.

"Kalau enggak acara munggahan atau lebaran mereka ke sini. Kalau pas tanggal 19 ini malah belum kelihatan," katanya kepada TribunJakarta.com pada Senin (19/10/2020).

Selama dinas sejak 2017, ia mengaku jarang melihat peziarah yang datang ke blade tragedi tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved