Sisi Lain Metropolitan
Jadi Korban Adu Banteng Kereta, Blok Makam Tragedi Bintaro 1987 di TPU Kampung Kandang Bebas Iuran
TPU Kampung Kadang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memiliki blok khusus untuk para korban Tragedi Bintaro 1987.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Di pinggir area makam itu dihiasi pepohonan tua, tanaman hias dan pot bunga berukuran besar.
Saat kaki melangkah masuk ke area makam, terhampar gundukan tanah kuburan tak bernisan.
Hanya ada tiga batu nisan bernama yang tertancap di atas tanah kuburan dan tiga batu tak bernama.
Masing-masing gundukan itu diselimuti rerumputan hijau panjang.
Kicau burung seakan menjadi teman sepi di kuburan itu.
Kuburan massal
Peristiwa pengebumian massal korban Tragedi Bintaro 1987 di TPU tersebut tak dialami oleh Wiyono (52).
Pengurus TPU tersebut baru dinas pada tahun 2017.
Sejak dia bekerja, blok makam itu sudah ada di TPU tersebut.
"Dari tahun 2017 saya kerja, makam sudah ada di situ. Sudah dipetak-petakin begitu," ungkapnya kepada TribunJakarta.com di lokasi pada Senin (19/10/2020).
Ia juga belum pernah menghitung jumlah makam di blok Tragedi Bintaro tersebut.
Menurutnya, jasad yang disemayamkan di kuburan massal itu dalam keadaan tidak utuh.
"Jadi yang di sini kelihatannya massal aja (menguburnya). Itu dibentuk-bentuk aja gundukan makamnya," pungkasnya.