Sisi Lain Metropolitan
Jadi Korban Adu Banteng Kereta, Blok Makam Tragedi Bintaro 1987 di TPU Kampung Kandang Bebas Iuran
TPU Kampung Kadang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memiliki blok khusus untuk para korban Tragedi Bintaro 1987.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sering Bawa Jajanan Pasar

Namun, Wiyono pernah melihat peziarah yang membawa bunga tabur jajanan pasar ke makam itu.
Selain menabur bunga, ia juga meletakkan satu nampan berisi berbagai jajanan pasar di atas makam.
"Satu nampan hanya diletakkan aja di atas gundukan makam. Selama ini baru pertama kali saya melihat tapi petugas lainnya bilang sering bawa jajanan pasar," ucapnya.
Sebelum pulang, peziarah itu menawarkan kepada petugas makam jajanan pasar yang diletakkan di atas gundukan tanah kuburan.
"Tapi kadang-kadang dipersilahkan, pak kalau mau makan engga apa-apa. Kadang-kadang mereka berdua atau bertiga aja," ujarnya.
Selama pandemi Covid-19, ia belum pernah melihat peziarah yang khusus datang untuk menyambangi blade tersebut.
Tragedi Bintaro 1987 yang menewaskan ratusan penumpang itu selalu dikenang sebagai peristiwa kelam kecelakaan kereta api di Indonesia.
Melihat Blade Makam Tragedi Bintaro
Kecelakaan maut kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan 33 tahun silam menjadi momen suram yang selalu dikenang publik setiap tahun.
Ratusan nyawa penumpang melayang akibat dua kereta api yang melaju kencang saling "beradu banteng".
Sebagian dari jasad korban bersemayam dalam keabadian di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Siang itu, Senin (19/10/2020), suasana area makam di blade khusus Tragedi Bintaro tampak sepi.
Tidak ada peziarah yang datang menengok makam di hari spesial itu.
Hanya terlihat sebuah layangan yang sobek tergeletak di atas rumput.
Baca juga: Ziarah Korban Tragedi Bintaro 1987 di TPU Kampung Kandang, Peziarah Kerap Taruh Ini di Makam
Baca juga: Melihat Makam Tragedi Bintaro 1987 di TPU Kampung Kandang: Mengenang Korban Adu Banteng 2 Kereta