Dirawat Sejak Kecil, Pemuda di Riau Tulis Pesan Menyentuh untuk Sang Nenek Sebelum Gantung Diri
Seorang pemuda berinisial RP (21) menulis sebuah pesan menyentuh di buku tabungannya.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pemuda berinisial RP (21) menulis sebuah pesan menyentuh di buku tabungannya.
Pesan tersebut ditujukan RP untuk sang nenek yang telah merawatnya sedari kecil.
Namun sayangnya setelah selesai menulis pesan itu, RP memilih untuk bunuh diri.
TONTON JUGA
Jenazah RP pertama kali ditemukan oleh pamannya TI (41) dan bibinya E (43), pada Selasa (20/10/2020), sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban selama ini tinggal seorang diri di sebuah pondok papan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lirik, Riau.
Penjabat Kepala Urusan Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan E dan TI kala itu bermaksud menyuruh RP untuk mematikan lampu luar pondok.
"Saksi pertama (bibi korban) mendatangi pondok tempat korban tidur dengan maksud untuk memanggil korban agar mematikan lampu luar pondok," ujar Misran dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Rabu (21/10/2020).
Namun, beberapa kali dipanggil korban tidak menjawab.
Baca juga: Ayu Ting Ting Klaim Tak Pernah Ditolak Pria Incaran, Pengakuannya Soal Dukun Buat Wendy Cagur Heboh
TONTON JUGA
Bibi korban kemudian memanggil suaminya untuk membukakan pintu.
Saat mengintip dari jendela, TI dan E melihat ada sesuatu yang mengantung di dalam pondok.
"Saksi mengintip dari celah pondok dan melihat ada yang tergantung. Namun, saksi mengira itu adalah kain jemuran," sebut Misran.
Betapa terkejutnya TI dan E ternyata benda yang tergantung itu adalah keponakannya.
Baca juga: Johny G Plate Didesak Diberhentikan Karena Ucapan Ini, Fadli Zon: Saya Kira Beliau Salah Bicara
Misran mengatakan, korban diduga tewas gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang.
"Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Jadi penyebab kematian korban diduga gantung diri," ujar Misran.
Misran mengatakan di dekat tubuh RP kemudian ditemukan sebuah buku tabungan.
Saat diperiksa, di dalam buku tabungan tersebut terdapat pesan RP yang ditujukan kepada keluarga, terutama kepada neneknya.
Baca juga: Pacar Bule Sewa Gereja demi Beri Kejutan, Salmafina Sunan: Gue Pakai Baju Jelek Saking Gak Tahunya
"Mungkin dengan ini jalan satu-satunya R bisa menghilangkan beban masalah R.
R minta maaf jika telah membuat kalian susah.
R memang nakal dan susah diatur.
R minta untuk terakhir kalinya tolong mayat R dikubur di kampung.
Buat nenek, terima kasih telah merawat R dari kecil, R sayang nenek," demikian tulisan di buku tabungan milik korban.
Baca juga: Johny G Plate Diminta Segera Dipecat Gara-gara Ucapan Ini, Fadli Zon: Bukan Cerminan Demokrasi
Misran memastikan pesan di buku tabungan tersebut merupakan tulisan tangan RP.
"Pesan pada buku tabungan itu diduga tulisan tangan korban," kata Misran.
Namun, dalam kasus ini pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.
Pihak keluarga membuat surat pernyataan dan menerima kasus kematian ini tanpa penyelidikan dari polisi.
Kasus Serupa
Bocah 14 Tahun di Bali Gantung Diri di Pohon Alpukat, Tangisan Adik Tiri Diduga Jadi Penyebabnya
Seorang bocah berinisial IND (14) memilih untuk mengakhiri hidupnya di usia yang masih sangat belia.
Warga Bangli, Bali itu ditemukan tewas gantung diri di kebun dekat rumahnya, Minggu (27/9/2020).
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui oleh kakak IND, NMM.
TONTON JUGA
Saat itu, NMM hendak mencari rumput di kebun milik orangtuanya.
Betapa terkejutnya NMM melihat tubuh IND tergantung di pohon alpukat.
Seutas tali tampak melilit kuat leher IND.
NMM lantas memotong tali tersebut dan menurunkan tubuh sang adik.
Ia kemudian memanggil keluarga lainnya untuk menolong IND.
• Viral Foto Bocah Babak Belur Diduga Dibuang, Ada Secarik Surat Begini: Setiap Hari Kamu Buat Masalah
TONTON JUGA
Namun nasi sudah menjadi bubur, nyawa IND sudah tak tertolong.
Peristiwa itu lantas dilaporkan pihal keluarga ke Polres Bangli.
Dari hasil pemeriksaan, IND meninggal karena kurangnya peredaran darah ke otak akibat kuatnya jeratan pada leher.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Sulhadi dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Senin (29/9/2020).
• Thania Baru Berusia 1 Tahun, Tingkah Ajaibnya Diungkap Ruben dan Betrand Peto: Dia Bisa Tahu
Jenazah remaja tersebut telah dimakamkan di pemakaman setempat.
Suhaldi mengatakan IND bunuh diri diduga depresi karena masalah keluarga.
Sebelum gantung diri, IND disebut bertengkar dengan adik tirinya.
Pertengkaran tersebut rupanya menyebabkan adik tiri INDI menangis.
"Masalah keluarga, bertengkar dengan adik tirinya sehingga adiknya menangis," kata Sulhadi.
Kontak bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:
Gerakan "Into The Light" Facebook: IntoTheLightID Twitter: @IntoTheLightID Email: intothelight.email@gmail.com Web: intothelightid.wordpress.com
Save yourself Facebook: Save Yourselves Instagram: @saveyourselves.id Line: @vol7047h Web: saveyourselves.org
(tribunjakarta/kompas)