Kisah di Balik Pembunuhan Anak & Ibu Muda Dirudapaksa, Suami Cari Uang Demi Penuhi Ngidam Istri
Kisah di balik peristiwa memilukan atas kasus ibu muda DN (28) yang dirudapaksa oleh Samsul Bahri (41) hingga meninggalnya buah hati korban,
Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
"Istri saya kan ngidam karena hamil 4 bulan, dia kepingin makan gulai bebek. Maka malam itu, saya pulang pagi, biar dapat udang lebih banyak, dan bisa beli bebek," terang AY.

Namun rencana AY itu belum terwujudukan karena ia mendapatkan kabar kejadian yang menimpa sang istri.
Berita duka itu ia dengar pada saat AY masih di Gampong Birem Bayeun dan hendak pulang usai menjala udang di sungai.
Diakui AY, istrinya DN pernah mengatakan kepada AY, bahwa berapa minggu sebelumnya ada orang yang mengintip di rumahnya saat malam hari, sebelum AY pulang dari sungai.
Namun apakah yang mengintip di rumahnya itu SB atau bukan, korban DN tidak tahu karena dia tidak bisa melihat dengan jelas, suasana agak gelap pada malam hari itu.
Baca juga: Bocah Dibunuh Karena Membelanya, Begini Perjalanan Hidup Ibu Muda Korban Rudapaksa Hamil 4 Bulan
"Berapa minggu sebelum kejadian, memang ada berapa kali orang mengintip di rumah. Tapi siapa dia?, DN tidak tahu. Maka setelah itu, DN meminta izin pada saya agar menjemput anaknya RG supaya ada teman di rumah," ujar AY.
AY bercerita, empat hari sebelum kejadian itu, suami korban AY (24), sempat bertegur sapa dengan pelaku SB (41), hal ini mengisyaratkan antara tersangka SB dengan suami korban, AY sudah saling kenal. Namun hubungan mereka tidak begitu akrab.

Insiden memilukan itu terjadi di rumah gubuk mereka tinggal yang letaknya berjauhan dari permukiman penduduk lain dan berada di sekitar hutan dan kebun sawit, di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (10/10/2020).
"Sekitar 4 hari sebelum kejadian, pelaku SB lewat depan rumah dan sempat bertegur sapa dengan saya. Kiban bang ? (gimana bang?) tanya SB, saya jawab nyan keuh lage nyo (ya seperti ini lah)," ujar AY, Selasa (20/10/2020) kepada Serambinews.com.
Menurut suami korban kedua ini, waktu itu tersangka SB berjalan melintasi rumahnya, menuju kebun sawit keluarganya yang berada agak jauh dari sekitar tempat tinggalnya.
AY mengaku belum kenal akrab dengan SB, karena dia pun baru enam bulan menetap di lokasi itu, sebelumnya AY tinggal di Gampong Birem, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur.
Baca juga: Setia Dampingi Istri Korban Rudapaksa, AY Ungkap Rencana Tinggal di Tempat Ini: Saya Ikut Kemauannya
Apa lagi, selama 6 bulan terakhir, AY dan DN tidak selalu berada di sana, mereka terkadang sebulan pulang, lalu pergi lagi ke Kabanjahe, Sumatera Utara karena bekerja di kebun sayur dan buah.
Biasanya selama ini, jelas AY, dalam seminggu terkadang 4 atau 3 hari ia pergi mencari uang ke sungai di daerah Gampong Birem dengan cara menjala udang.
Kebisaannya, AY berangkat ke sungai pada sore harinya, dan tengah malam sudah pulang ke rumah, sekitar pukul 23.00 WIB atau 23.30 WIB dan paling telat pukul 01.00 WIB.
"Selama ini jika ke sungai menjala udang saya selalu pulang ke rumah malamnya. Malam naas itu saya tidak pulang, rencana memang akan pulang pagi, karena perlu uang untuk membeli daging bebek yang dipesan DN," sebutnya.