Breaking News:

Kejaksaan Agung Kebakaran

Dibantu Pakar IPB, Polisi Gunakan Satelit Ungkap Titik Api Kebakaran Kejagung

Butuh waktu 63 hari bagi penyidik gabungan Bareskrim Polri untuk mengungkap kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
200 personel damkar dan 38 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Butuh waktu 63 hari bagi penyidik gabungan Bareskrim Polri untuk mengungkap kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Selama 63 hari, Bareskrim Polri telah memeriksa 131 orang. 64 di antaranya berstatus sebagai saksi.

"Pada hari ke-30 kami telah meningkatkan status perkara kebakaran ini dari penyelidikan ke penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (23/10/2020).

Penyidik Bareskrim Polri, lanjut Sambo, juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak enam kali.

Polri pun turut meminta keterangan dari sejumlah ahli kebakaran, termasuk Profesor Yulianto dari Universitas Indonesia dan Guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Bambang Hero Saharjo.

Baca juga: Beli Cairan Pembersih Lantai Mengandung Solar, Direktur PPK Ditetapkan Tersangka Kebakaran Kejagung

Bahkan, Bareskrim Polri juga menggunakan sebuah satelit untuk mengetahui asal mula titik api.

"Kita minta bantuan ahli kebakaran untuk menggunakan satelit untuk mengetahui titik awal (api)," ujar Ferdy.

Satelit tersebut, jelas Ferdy, biasa digunakan untuk mencari titik api saat terjadi kebakaran lahan.

"(Satelit) itu biasanya digunakan untuk mencari kebakaran di lahan. Kami koordinasi dengan IPB untuk menggunakan satelit ini," ujar dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved